Jakarta – Nilai tukar rupiah menguat terhadap dolar Amerika SerikatĀ (AS) pada pembukaan perdagangan hari ini, Selasa 27 Januari 2026. Rupiah bergerak menguat 2 poin atau 0,01 persen menjadi 16.780 per dolar AS dari sebelumnya 16.782 per dolar AS.
Analis mata uang Doo Financial Futures Lukman Leong memperkirakan rupiah menguat terbatas seiring investorĀ wait and seeĀ menjelang pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC).
BACA JUGA:Kurs Dolar AS Lesu, Rupiah Melesat Tersengat Sentimen Global
BACA JUGA:IHSG Hari Ini 27 Januari 2026 Berbalik Arah Menghijau, Sektor Saham Teknologi Pimpin Kenaikan
BACA JUGA:Pengamat Ingatkan Pentingnya Independensi Bank Indonesia
BACA JUGA:Rupiah Diramal Kembali ke Rp 16.750 di Penutupan Hari Ini
āRupiah berpotensi kembali menguat terhadap dolar AS yang masih dalam tekanan namun penguatan mungkin terbatas (seiring) investor jugaĀ wait and seeĀ hasil FOMC besok (Rabu 28/1),ā katanya dikutip dari Antara, Selasa (27/1/2026).
Mengutip Anadolu, Federal Reserve diprediksi akan mempertahankan suku bunga di kisaran 3,5-3,75 persen para pertemuan pertama di tahun 2026.
Sebelumnya, FOMC telah memangkas suku bunga Fed sebesar total 75Ā basis pointsĀ (bps) pada bulan September, Oktober, dan Desember 2025. Keputusan tersebut diambil di tengah meningkatnya tekanan politik dan perselisihan hukum yang sedang berlangsung dengan melibatkan bank sentral.
Presiden AS Donald Trump berulang kali meminta The Fed untuk memangkas suku bunga, dan pemerintahannya juga tengah menyelidiki dugaan tindakan kriminal terhadap Ketua The Fed Jerome Powell.
āYang dinantikan investor adalah sikap/nada dari pernyataan Kepala The Fed apakahĀ hawkishĀ atauĀ dovish. Investor mungkin mengharapkan The Fed akanĀ dovishĀ merespons perkembangan geopolitik belakangan ini yang kurang begitu baik. KalauĀ dovish, dolar AS akan terus melemah, hal ini akan mengurangi beban terhadap rupiahā ungkap Lukman.
/2023/02/25/321248679.jpg)
/2025/02/24/1530473509.jpg)
/2025/12/09/920216395.jpg)
/2025/10/16/27400553.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5484823/original/081967800_1769486359-1000027262.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2439240/original/018127500_1542966204-20181123-Nilai-Tukar-Rupiah-Menguat-Atas-Dolar-Angga3.jpg)

:strip_icc()/kly-media-production/medias/5486233/original/062057000_1769580738-Bakti_GoTo_untuk_Negeri_5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4796664/original/075845200_1712438897-a-perry-XGr8jarX0gY-unsplash.jpg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/5219635/original/040174000_1747221146-20250514-Harga_Emas-ANG_6.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5372841/original/076901200_1759800689-perak.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2439240/original/018127500_1542966204-20181123-Nilai-Tukar-Rupiah-Menguat-Atas-Dolar-Angga3.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5487908/original/019378300_1769683532-38ad1699-a169-4193-9e6f-b7734c88ab34.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5472846/original/096950000_1768378113-Menteri_Keuangan_Purbaya_Yudhi_Sadewa-14_Januari_2026-1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4013695/original/083702900_1651632388-000_329D9V2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1338349/original/016327000_1473147933-673x373.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5487478/original/021081700_1769666416-1000219659.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5360697/original/082788100_1758719568-183357.jpg)