Jakarta – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) bersama Korlantas Polri dan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menetapkan strategi pembagian pelabuhan penyeberangan untuk mengurai kepadatan selama Angkutan Lebaran 2026. Skema ini difokuskan pada lintas utama seperti Pelabuhan Merak–Pelabuhan Bakauheni serta Pelabuhan Ketapang–Pelabuhan Gilimanuk.
Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Aan Suhanan, menyatakan lonjakan mobilitas pemudik dan kendaraan diantisipasi melalui pembagian pelabuhan berdasarkan golongan dan sumbu kendaraan.
BACA JUGA:Pramono Anung: Terminal Bayangan, Kami Tertibkan
BACA JUGA:Tips Mudik Anak Kos: 7 Persiapan Penting yang Wajib Diperhatikan Sebelum Pulang Kampung
BACA JUGA:Mau Mudik, Cek di Sini Tanggal Masih Tersedia Tiket Kereta Api Cukup Banyak
BACA JUGA:Cek Fakta: Tidak Benar Ini Link Pendaftaran Mudik Bersama PLN
“Pengaturan ini untuk memecah kepadatan dan mencegah penumpukan di satu titik,” ujarnya dalam keterangan, Senin (2/3/2026).
Berdasarkan SKB Pengaturan Lalu Lintas dan Penyeberangan Lebaran 2026, arus mudik 13–20 Maret 2026 di lintas Merak–Bakauheni diatur sebagai berikut:
- Kendaraan penumpang dan sebagian kendaraan kecil tetap melalui Merak–Bakauheni.
- Sepeda motor dan kendaraan golongan tertentu dialihkan ke Pelabuhan Ciwandan.
- Truk besar bersumbu tiga ke atas diarahkan ke Pelabuhan BBJ Bojonegara atau memanfaatkan jalur laut alternatif via Pelabuhan Panjang dan Pelabuhan Krakatau Bandar Samudera.
- Kendaraan barang yang masih beroperasi saat pembatasan diwajibkan menunggu di buffer zone yang disiapkan.
Saat arus balik 23–29 Maret 2026, pola serupa diterapkan dengan pemisahan tegas antara kendaraan penumpang dan truk logistik, termasuk pengalihan ke Pelabuhan BBJ Muara Pilu dan titik penyangga di ruas tol Lampung.
Untuk lintas Ketapang–Gilimanuk pada 13–29 Maret 2026, penyeberangan diprioritaskan bagi pejalan kaki dan kendaraan kecil. Truk besar dibatasi dan diarahkan ke Dermaga Bulusan atau jalur alternatif seperti Pelabuhan Tanjung Wangi–Pelabuhan Gilimas serta lintas Pelabuhan Jangkar–Pelabuhan Lembar.
/2025/07/29/892551915.jpg)
/2025/04/14/1991479611.jpg)
/2023/09/15/1558146208.jpg)
/2023/03/14/1404358099.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5425362/original/007919200_1764223394-1000162799.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3285859/original/062073000_1604404965-20201103-pembebasan-tarif-bea-masuk-permudah-umkm-ekspor-produk-ke-AS-ANGGA-1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3005833/original/005389400_1577346189-20191226-Proyeksi-Pertumbuhan-Ekonomi-Indonesia-2020-ANGGA-4.jpg)





:strip_icc()/kly-media-production/medias/4282584/original/016584500_1672910854-Imbas_potensi_perlambatan_ekonomi_nilai_rupiah_melemah_terhadap_dollar-ANGGA_4.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2832426/original/059440700_1560940276-20190619-Rupiah-Menguat-di-Level-Rp14.264-per-Dolar-AS1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4415626/original/066722200_1683210359-Ilustrasi_Insurance2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5518751/original/003592100_1772517691-WhatsApp_Image_2026-03-03_at_09.08.36.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3532289/original/028365400_1628161488-20210805-Harga-emas-alami-penurunan-ANGGA-4.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1369939/original/076856100_1476098426-20161010-Harga-emas-stagnan-di-posisi-Rp-599-Jakarta-AY2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5482123/original/088045400_1769161319-young-asian-man-using-mobile-phone-playing-video-games-television-living-room-male-feeling-happy-using-relax-time-lying-sofa-home-men-play-games-relax-home.jpg)