Jakarta – Presiden Donald Trump kembali memberikan ultimatum bahwa Amerika Serikat akan memberikan konsekuensi ekonomi yang sangat besar, terhadap negara mana pun yang membantu atau melakukan bisnis dengan Iran.
Dalam unggahannya di Truth Social yang ditulis dengan huruf kapital, melansir laman BBC, Kamis (20/8/2026), Trump mengatakan dirinya meluncurkan “operasi ekonomi paling menghancurkan yang pernah diberlakukan terhadap negara mana pun!.”
BACA JUGA:Trump Umumkan Perang Ekonomi Terbesar Melawan Iran
BACA JUGA:Harga Minyak Tembus US$ 91, Ketegangan Timur Tengah Memanas
Namun Trump tidak memberikan perincian lebih lanjut dan tidak menyebut negara lain secara spesifik terkait ultimatum ini.
Pernyataan tersebut disampaikan setelah gencatan senjata selama 60 hari dengan Iran berakhir pada Senin kemarin, tanpa ada tanda-tanda jalur diplomatik maupun militer untuk mengakhiri konflik yang dimulai Amerika Serikat dan Israel pada akhir Februari lalu.
Langkah terbaru Trump tampaknya menjadi bentuk kampanye tekanan yang lebih besar melalui Operation Economic Fury, yang diluncurkan pada April. Langkah untuk menjatuhkan sanksi terhadap bank atau perusahaan asing yang melakukan bisnis dengan Teheran.
Dalam unggahan media sosial pada Rabu malam, Trump mengaku meluncurkan “D-Day ekonomi” terhadap Iran karena Republik Islam tersebut gagal mencapai kesepakatan dengan Amerika Serikat.
“NEGARA MANA PUN yang mengizinkan lembaga keuangan, bisnis, bandara, atau entitas pemerintahnya memberikan segala jenis bantuan kepada Iran akan menghadapi KONSEKUENSI Ekonomi yang SANGAT BESAR,” Trump menekankan.
Trump tidak menjelaskan secara spesifik hukuman yang mungkin dihadapi negara-negara tersebut.“Penyelundupan minyak, jalur swap, transfer tunai, rumah penukaran valuta asing, registrasi kapal, perusahaan kedok – semuanya harus dihentikan SEKARANG. Kalian tahu siapa yang dimaksud.”

/2024/10/27/1641934318.jpg)
/2023/03/25/386341352.jpg)
/2026/03/10/984908556.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9328785/original/056073000_1787208544-1000414970.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5345823/original/061462700_1757574354-1000016136.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9327954/original/075423800_1787130407-email-attachment_2026_08_19_ariefhakim-at-klyid_bahlil-godok-larangan-orang-kaya-beli-pertalite-jangan-ambil-hak-rakyat_1000413995.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5530179/original/078118800_1773393511-Menteri_Koordinator_Bidang_Pangan__Zulkifli_Hasan-13_Maret_2026b.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9328650/original/075500600_1787203805-Menteri_Ketenagakerjaan__Menaker__Yassierli.jpg)




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9310806/original/096451100_1785371567-ChatGPT_Image_Jul_30__2026__07_24_25_AM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3192690/original/063821500_1595929323-20200728-Harga-Emas-Tembus-Rp-1-Juta-per-Gram-5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4103062/original/041640700_1658923820-Harga_emas_menguat_tipis-ANGGA_7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5472767/original/057429900_1768375315-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1937629/original/026426200_1519626771-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4983414/original/048746200_1730112225-fotor-ai-20241028174259.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3955060/original/018515100_1646657160-7_maret_2022-1.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5028255/original/089063500_1732871319-fotor-ai-2024112916722.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4594243/original/089058400_1696137886-andre-francois-mckenzie-iGYiBhdNTpE-unsplash.jpg)