Jakarta – Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Esther Sri Astuti menguraikan tiga kompetensi yang harus dimiliki sebagai kriteria pengganti pimpinan BEI dan OJK.
Esther menilai sosok yang dipilih harus memiliki pemahaman kuat di bidang ekonomi dan pasar keuangan. Kompetensi tersebut dinilai penting untuk menjaga stabilitas dan kepercayaan investor.
BACA JUGA:Danantara: Tak Boleh Ada Area \’Abu-Abu\’ Dalam Tata Kelola BUMN
BACA JUGA:Investor Asing Balik Masuk, OJK Nilai Ini Sinyal Positif di Tengah Tekanan Pasar Saham
BACA JUGA:IHSG Terbakar Lagi, OJK Minta Investor Tetap Tenang
“Saya harap yang dipilih punya kompetensi makroekonomi, financial market, dan monetary economics,” katanya saat dihubungi www.wmhg.org, dikutip Minggu (1/2/2026).
Ia juga mengingatkan agar proses pemilihan pimpinan lembaga keuangan tidak mengulang polemik seperti yang terjadi dalam pemilihan Deputi Gubernur Bank Sentral sebelumnya, yang menuai banyak kritik.
“Jangan sampai terjadi pemilihan pimpinan seperti halnya pemilihan Deputi Gubernur Bank Sentral kemarin,” ucap Esther.
Ia menjelaskan, kinerja indikator makroekonomi dan mikroekonomi tidak bisa dilepaskan dari berbagai pengumuman politik yang disampaikan pemerintah. Setiap keputusan atau pernyataan pejabat publik akan langsung direspons oleh pasar, terutama di sektor keuangan.
“Kinerja indikator makroekonomi dan mikroekonomi selalu terkait dengan political announcement,” jelasnya.
Oleh karena itu, Esther menekankan pentingnya penempatan pejabat publik yang bebas dari intervensi politik dan kepentingan tertentu. Ia berharap proses seleksi dilakukan secara profesional dan berbasis kompetensi.
“Ke depan seharusnya penempatan pejabat publik bebas dari political intervention dan political interest,” tegas Esther.
/2025/12/07/399938828.jpg)
/2025/03/14/208030179.jpg)
/2025/04/28/1077994607.jpg)
/2025/10/16/27400553.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5196767/original/008689200_1745457373-Screenshot_20250423_195854_YouTube__1_.jpg)

:strip_icc()/kly-media-production/medias/5198172/original/061456600_1745500065-56e1a315-d25b-47fb-abe6-e936eafd527a.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5397188/original/078850600_1761803487-IMG-20251030-WA0006.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3017478/original/046853000_1578564285-20200109-Waspadai-Gelombang-Tinggi-dan-Banjir-Rob-IMAM-5.jpg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/5461831/original/095838900_1767460415-Untitled.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4282588/original/045207500_1672910856-Imbas_potensi_perlambatan_ekonomi_nilai_rupiah_melemah_terhadap_dollar-ANGGA_7.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5487936/original/087253300_1769684538-Konferensi_pers_OJK-BEI-29_Januari_2026c.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4089307/original/075313700_1657837181-Harga_Emas_Hari_Ini.jpeg)