Jakarta – Percepatan transisi energi membutuhkan kolaborasi yang kuat hingga ke tingkat daerah. Seperti di Sulawesi Utara yang dinilai menjadi wilayah strategis penerapan energi terbarukan.
Terbukti, wilayah ini menunjukkan capaian dalam pemanfaatan energi terbarukan, dengan bauran energi baru dan terbarukan mencapai 32%, yang didominasi energi panas bumi.
BACA JUGA:Prajogo Pangestu Dikabarkan Akuisisi Raksasa Energi Filipina Rp 89 Triliun
BACA JUGA:PGE Incar Kapasitas 1,8 GW Panas Bumi di 2034 dan Kembangkan Green Hydrogen
Sekitar 24% kebutuhan listrik Sulawesi Utara juga telah dipasok dari panas bumi. Di sisi lain, provinsi ini memiliki potensi energi terbarukan yang beragam, mulai dari surya, angin, energi laut, bioenergi, hidro, hingga panas bumi.
Bagi Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE), penguatan ekosistem energi terbarukan di daerah merupakan bagian penting dalam memperluas pemanfaatan energi bersih sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.
“Sulawesi Utara menunjukkan bahwa potensi energi terbarukan dapat menjadi kekuatan daerah sekaligus bagian dari upaya memperkuat ketahanan energi nasional,” ujar Direktur Proyek dan Operasi Pertamina NRE sekaligus Ketua Umum Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia (METI), Norman Ginting, Rabu (12/8/2026).
Dia menambahkan, dengan potensi yang besar dan pengalaman dalam pemanfaatan panas bumi, Sulawesi Utara dapat menjadi salah satu contoh bagaimana daerah berperan aktif dalam mendorong transisi energi
Menurut dia, pengembangan energi terbarukan perlu dilanjutkan melalui kolaborasi lintas sektor dengan melibatkan pemerintah, pelaku usaha, akademisi, masyarakat, dan generasi muda.
Dalam konteks tersebut, METI Wilayah berperan sebagai instrumen untuk memperkuat ekosistem energi terbarukan di daerah, antara lain melalui advokasi dan sinkronisasi kebijakan, menjadi jembatan antara investor dan mitra lokal untuk realisasi proyek, serta meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di sektor energi terbarukan.

/2026/04/24/1722632170.jpg)
/2026/03/27/747598489.jpg)
/2025/06/11/1156270911.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3305455/original/032113900_1606206368-20201124-Kementerian-PUPR-Siap-Terapkan-Teknologi-Transaksi-Pembayaran-Tol-Non-Tunai-Tanpa-Sentuh-3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9310806/original/096451100_1785371567-ChatGPT_Image_Jul_30__2026__07_24_25_AM.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5757392/original/058197000_1778659883-Kepala_Eksekutif_Pengawas_Pasar_Modal__Keuangan_Derivatif_dan_Bursa_Karbon_OJK__Hasan_Fawzi-13_Mei_2026b.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9320206/original/024949500_1786340602-email-attachment_2026_08_10_ariefhakim-at-klyid_sistem-penindakan-terintegrasi-menhub-jamin-pelanggaran-truk-odol-tak-cuma-salahkan-pengemudi_1000403240.jpg)




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3324618/original/083189900_1608026626-20201215-Harga-emas-terus-turun-ANGGA-3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3172729/original/052282800_1594117386-20200707-Harga-Emas-Pegadaian-Naik-Rp-4.000-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/976574/original/043353600_1441279137-harga-emas-6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816480/original/079795300_1714383491-fotor-ai-2024042913369.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4594243/original/089058400_1696137886-andre-francois-mckenzie-iGYiBhdNTpE-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816486/original/000456500_1714383664-fotor-ai-20240429133814.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816484/original/039630500_1714383627-fotor-ai-2024042913407.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9321981/original/062671700_1786513135-ChatGPT_Image_Aug_12__2026__12_38_32_PM.jpg)