Jakarta – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memutuskan negaranya menarik diri dari 66 organisasi internasional termasuk 31 badan di bawah Perserikatan Bangsa-Bangsa dan 35 organisasi non-PBB yang dinilai tidak lagi sejalan dengan kepentingan nasional AS.
BACA JUGA:Ini Bukti Ekonomi Indonesia Masih Kuat
BACA JUGA:Menko Airlangga Pede Ekonomi Indonesia Kuartal IV-2025 Jadi yang Tertinggi
BACA JUGA:Menkeu: Ekonomi Indonesia Tetap Tangguh di Tengah Gejolak Global
Hal ini terjadi setelah sebelumnya AS menuai kritik karena menyerang Venezuela, menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan istrinya Cilia Flores, serta menerbangkan keduanya keluar dari negara tersebut atas tuduhan keterlibatan dalam narko-terorisme yang mengancam AS.
Ketegangan ini muncul bersamaan dengan meningkatnya kekhawatiran geopolitik di kawasan lain, termasuk adanya kemungkinan terjadi pada hubungan Cina–Taiwan.
Prasasti Center for Policy Studies (Prasasti) menilai meluasnya risiko geopolitik menjadi signal pentingnya bagi Indonesia menjaga stabilitas keuangan dan nilai tukar sebagai prioritas utama.
“Ini bukan tahun untuk terlalu banyak eksperimen kebijakan. Arah strategis sudah ada, yang paling dibutuhkan sekarang adalah konsistensi dan kualitas eksekusi,” ujar Research Director Prasasti, Gundy Cahyadi, Senin (12/1/2026).
Prasasti menilai Indonesia relatif siap menghadapi peningkatan ketidakpastian global. Namun, di tengah risiko geopolitik yang meningkat, ruang kesalahan menjadi semakin sempit. Stabilitas, kredibilitas kebijakan, dan eksekusi yang efektif menjadi kunci dalam menjaga ketahanan ekonomi nasional ke depan.
Gundy menilai, kestabilan kebijakan menjadi kunci untuk menanggapi risiko geopolitik yang semakin kompleks dan berpotensi meningkatkan ketidakpastian pasar keuangan dan menekan prospek pertumbuhan ekonomi global.
“Jika ketegangan politik meluas ke luar kawasan konflik utama, risikonya terhadap perdagangan, investasi, dan koordinasi kebijakan global akan jauh lebih signifikan,” jelasnya. Meski demikian, Prasasti mencatat bahwa perekonomian global sejauh ini relatif mampu bertahan.
/2025/12/18/10805066.jpg)
/2025/07/28/1502015438.jpg)
/2022/01/22/1441312336.jpg)
/2018/09/03/1353338933.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5470659/original/014654200_1768213862-IMG_4023.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1043411/original/005540900_1446622303-20151104-OJK-AY-4.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5514130/original/032154800_1772081483-Direktur_Treasury_and_International_Banking_BRI_Farida_Thamrin-26_Februari_2026.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5514833/original/098263100_1772109663-6e0775fd-c9d5-4488-b821-23909fadda4a.jpeg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/5513556/original/043391000_1772021482-WhatsApp_Image_2026-02-25_at_18.43.25.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2858898/original/006856400_1563614299-20190720-Gangguan-Bank-Mandiri-HERMAN-4.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5513895/original/088498100_1772075710-IMG-20260226-WA0008.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5002616/original/058794400_1731407590-20241112-Iklan_BRI-BRI_2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4816483/original/040342400_1714383611-fotor-ai-20240429134010.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5474534/original/011666500_1768483069-WhatsApp_Image_2026-01-15_at_17.47.51.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4740421/original/097240200_1707701801-fotor-ai-202402128340.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1115400/original/015562700_1453179672-20160119-Buruh-Tembakau-AFP2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1937643/original/078623300_1519626900-1.jpg)