Jakarta – Berdasarkan proyeksi World Bank, volume sampah plastik nasional pada tahun 2025 diperkirakan mencapai 9,9–12,4 juta ton per tahun, atau sekitar 13,98% dari total timbulan sampah.
Menyadari besarnya tantangan tersebut, Grup Ajinomoto Indonesia (Ajinomoto) yang merupakan industri bumbu penyedap masakan meyakini bahwa lingkungan yang bersih merupakan fondasi penting bagi terciptanya masyarakat dan keluarga yang lebih sehat. Atas dasar itu, Ajinomoto mengintegrasikan berbagai inisiatif lingkungan melalui Ajinomoto Health Provider, yang sejalan dengan tujuan perusahaan untuk memperkuat kesejahteraan berkelanjutan bagi manusia, masyarakat, dan bumi melalui AminoScience.
BACA JUGA:Plastik Tak Selalu Buruk, Begini Cara Bijak Menggunakannya dalam Kehidupan Sehari-hari
BACA JUGA:Resep Ketupat Plastik Anti Gagal, Lebih Cepat dan Praktis
“Untuk mempersiapkan Indonesia yang lebih baik, kami terus memperluas dampak Ajinomoto Health Provider tidak hanya melalui edukasi mengenai gizi seimbang, tetapi juga melalui pembentukan kebiasaan pengelolaan sampah yang lebih bijak dan bertanggung jawab, ujar Head of Corporate Communication PT Ajinomoto Indonesia, Grant Senjaya, Sabtu (14/3/2026).
Melalui Ajinomoto Health Provider, perusahaan menghadirkan berbagai rangkaian inisiatif lingkungan yang dirancang untuk memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Diantaranya adalah inovasi kemasan yang lebih ramah lingkungan. pada tahun 2020 Ajinomoto telah menerapkan berbagai terobosan seperti penggunaan material daur ulang dengan menggunakan kemasan mono-material, serta pengurangan ketebalan kemasan guna meminimalkan penggunaan plastik pada beberapa produk kami.
Ajinomoto menjadi perusahaan pertama yang menggunakan kemasan produk MSG yang mengandung bahan kertas dengan memperkenalkan AJI-NO-MOTO® Paper Packaging, yaitu kemasan yang mengganti sebagian material plastik dengan kertas sehingga mampu menurunkan penggunaan plastik hingga 30%.
Untuk produk lainnya seperti Masako®, penerapan gerakan “No Inner Plastic” serta pengurangan header part berhasil menghemat penggunaan plastik sebesar 8,4%. Sementara itu, inovasi kemasan Sajiku® berbahan mono-material memberikan efisiensi penggunaan plastik hingga 9,5% per kemasan.

/2024/03/03/1059739962.jpg)
/2025/04/03/680313798.jpg)
/2025/12/19/2033941622.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4016804/original/046265400_1652067919-KPK_4.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5461301/original/013023100_1767362851-1.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4816480/original/079795300_1714383491-fotor-ai-2024042913369.jpg)





:strip_icc()/kly-media-production/medias/4989211/original/076237300_1730628007-20241103-Polusi_Pakistan-AFP_5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3325766/original/009709700_1608119114-20201216-Pemprov-DKI-Segera-Berlakukan-WFH-hingga-75-Persen-FANANI-1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2375575/original/026127600_1538739777-20181005-Emas-Antam-6.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5546918/original/056754100_1775386026-IMG-20260405-WA0013.jpg)