Jakarta – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mendesak Kementerian Perhubungan (Kemenhub) untuk mempercepat penerbitan aturan standardisasi komponen biaya kargo udara. Langkah ini dinilai krusial demi menekan tingginya biaya logistik nasional.
Purbaya menegaskan, penataan standardisasi biaya serta sinkronisasi proses bisnis akan membuat struktur tarif kargo udara menjadi lebih transparan. Menurutnya, pembenahan ini sangat mendesak mengingat mahalnya biaya transportasi antarpulau berpotensi membebani para pelaku usaha, khususnya sektor UMKM dan e-commerce.
BACA JUGA:Purbaya Benahi DTSEN Setelah Desil 9-10 Dinilai Tak Tepat Sasaran
BACA JUGA:Purbaya Ingatkan Anggaran Karhutla Kalimantan Jangan di-Markup
Kami coba mengendalikan biaya logistik dengan kebijakan yang pas supaya arus barang lebih baik, kata Purbaya seusai Sidang ke-14 Kanal Debottlenecking di Kementerian Keuangan, Jakarta, Rabu (26/8/2026).
Purbaya menyebut, Kemenhub akan segera memfinalisasi Peraturan Menteri Perhubungan yang mengatur standar jenis komponen biaya kargo udara sekaligus menyelaraskan alur bisnisnya.
Perhubungan akan mempercepat proses pembuatan Peraturan Menteri Perhubungan sehingga layanan di bandara nanti jelas seperti apa, ujar Purbaya.
Desakan ini bermula dari aduan Asosiasi Perusahaan Jasa Pengiriman Ekspres, Pos, dan Logistik Indonesia (Asperindo) terkait dua hambatan utama dalam rantai logistik kargo udara.

/2025/07/21/1175384252.jpg)
/2025/04/14/956337575.jpg)
/2024/08/18/651146491.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5166826/original/048239300_1742286649-063_2187235478.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6998573/original/053700600_1779768852-AP26142839887177.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3157653/original/056908700_1592573961-Antri_di_Mall.jpg)




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4089307/original/075313700_1657837181-Harga_Emas_Hari_Ini.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3532289/original/028365400_1628161488-20210805-Harga-emas-alami-penurunan-ANGGA-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5472766/original/082116700_1768375313-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4805343/original/080058200_1713432003-20240418-Kenaikan_Harga_Emas-HER_5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9309009/original/092642800_1785214589-ChatGPT_Image_Jul_28__2026__11_55_43_AM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5028254/original/041675300_1732871304-fotor-ai-2024112916726.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4750922/original/000470300_1708667884-WhatsApp_Image_2024-02-22_at_16.29.58__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5302024/original/069793300_1753969621-Gemini_Generated_Image_9sncvd9sncvd9snc.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4527216/original/053880700_1691248902-Kripto_9.jpg)