Jakarta – Himpunan Kawasan Industri Indonesia (HKI) mendorong pembentukan Tim Percepatan Pembangunan dan Pengembangan Kawasan Industri untuk mendorong realisasi RPJMN dan PSN di Indonesia.
Hal ini dalam rangka memperkuat implementasi agenda pembangunan nasional sebagaimana tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN).
BACA JUGA:Bos Himpunan Kawasan Industri: Investasi Tumbuh, Lapangan Kerja Bakal Tercipta
BACA JUGA:Jawa Barat Jadi Primadona Investasi 2025, Hilirisasi Dorong Kawasan Industri
BACA JUGA:Menperin Ingin Pengembangan Kawasan Industri Ikut Perkuat Ketahanan Energi dan Pangan
BACA JUGA:Sederet Negara Investor di Kawasan Industri Sepanjang 2025
Inisiatif tersebut digaungkan HKI bersama Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Kementerian Perindustrian, Kementerian Investasi dan Hilirisasi, Kementerian ATR/BPN, Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian ESDM, dan Kementerian/Lembaga Terkait Lainnya
Pembentukan tim ini merupakan langkah strategis untuk memastikan akselerasi realisasi investasi, percepatan pelaksanaan Proyek Strategis Nasional (PSN), serta pencapaian target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8% sebagaimana dicanangkan oleh Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto.
Tim Percepatan dimaksudkan sebagai mekanisme koordinasi lintas sektor yang bersifat operasional dan solutif, guna mengurai berbagai hambatan struktural dalam pengembangan industri nasional, antara lain terkait perizinan, kepastian regulasi, sinkronisasi kebijakan pusat dan daerah, penyediaan energi, kesiapan infrastruktur, serta penataan ruang dan lahan industri.
HKI menegaskan bahwa kawasan industri merupakan episentrum transformasi ekonomi nasional, tempat di mana investasi diwujudkan menjadi kapasitas produksi, penciptaan lapangan kerja, peningkatan ekspor, dan penguatan daya saing bangsa.
Sehubungan dengan hal tersebut, HKI mendorong agar pembentukan Tim Percepatan ini diresmikan melalui penandatanganan komitmen bersama oleh Presiden Prabowo Subianto, bersama para menteri terkait, sebagai simbol kepemimpinan langsung negara dalam mengawal percepatan investasi dan industrialisasi nasional.
Penandatanganan komitmen tersebut diharapkan mencakup kesepakatan strategis untuk:
1. Mempercepat realisasi investasi berskala nasional dan global
2. Mengakselerasi pencapaian target pertumbuhan ekonomi 8%
3. Mempercepat implementasi Proyek Strategis Nasional (PSN)
4. Mengawal pelaksanaan RPJMN secara terukur dan berdampak nyata
5. Mengurai bottleneck struktural sektor industri
6. Memperkuat peran kawasan industri sebagai pusat pertumbuhan ekonomi nasional
/2025/09/17/1992289456.jpg)
/2025/10/16/1002072152.jpg)
/2025/05/05/294792947.jpg)
/2025/10/03/437355831.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5440453/original/006723600_1765434311-Untitled.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5383000/original/098357600_1760612392-4.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5476934/original/027256100_1768803386-Badan_Pengatur_Hilir_Minyak_dan_Gas_Bumi__BPH_Migas_.jpg)





:strip_icc()/kly-media-production/medias/4347729/original/082024200_1678087558-20230306-Ekonomi-China-AP-6.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5353800/original/092561100_1758181754-AP25260701556257.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5476381/original/049737700_1768738297-KAI_batalkan_sejumlah_perjalanan_kereta_penumpang_dan_barang_imbas_banjir-2.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5418026/original/021867400_1763561355-mobil_listrik.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4804767/original/068099800_1713407839-penumpang_di_bandara.jpg)