Jakarta – Keputusan Mahkamah Agung Amerika Serikat (AS) yang membatalkan pilar utama kebijakan tarif Presiden Donald Trump sempat memunculkan harapan di kalangan pelaku usaha global. Namun, alih-alih membawa kepastian, situasi justru berubah semakin tidak menentu.
BACA JUGA:Kebun Binatang di China Ketahuan Gunakan Video Lama Anak Harimau Mati untuk Raup Donasi
BACA JUGA:Satu Warga Negara China Tewas dalam Serangan terhadap Iran
BACA JUGA:China Tegaskan Serangan AS-Israel ke Iran Pelanggaran Serius
Mahkamah Agung menyatakan bahwa undang-undang darurat yang digunakan Trump untuk memberlakukan tarif besar-besaran dinilai tidak cukup kuat secara hukum. Artinya, tarif impor bernilai miliaran dolar tersebut dinyatakan batal.
DIkutip dari BBC, Senin (2/3/2026), Namun hanya beberapa jam setelah putusan itu, Trump kembali menandatangani perintah eksekutif untuk mengenakan tarif global baru sebesar 10 persen selama 150 hari tanpa persetujuan Kongres. Ia bahkan sempat mengancam akan menaikkan tarif tersebut menjadi 15 persen.
Perubahan kebijakan yang cepat ini membuat eksportir, produsen, hingga perusahaan logistik di Asia kesulitan menyusun strategi jangka panjang.
Tidak ada yang menyukai ketidakpastian, kata Push Sharma, pendiri merek kesehatan asal Singapura, Haldy.
Ia mengaku telah menyiapkan ekspansi ke pasar AS selama bertahun-tahun sebelum akhirnya memutuskan menunda rencana tersebut.
Kami sudah menyelesaikan pendaftaran merek dagang, persiapan awal, dan diskusi dengan distributor. Lalu semuanya tiba-tiba terasa sangat drastis. Kami harus menunda rencana kami, ujarnya.
/2025/07/29/892551915.jpg)
/2025/04/14/1991479611.jpg)
/2023/09/15/1558146208.jpg)
/2023/03/14/1404358099.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5516847/original/080853200_1772354272-AP26060300052017.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3285859/original/062073000_1604404965-20201103-pembebasan-tarif-bea-masuk-permudah-umkm-ekspor-produk-ke-AS-ANGGA-1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3005833/original/005389400_1577346189-20191226-Proyeksi-Pertumbuhan-Ekonomi-Indonesia-2020-ANGGA-4.jpg)





:strip_icc()/kly-media-production/medias/4282584/original/016584500_1672910854-Imbas_potensi_perlambatan_ekonomi_nilai_rupiah_melemah_terhadap_dollar-ANGGA_4.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2832426/original/059440700_1560940276-20190619-Rupiah-Menguat-di-Level-Rp14.264-per-Dolar-AS1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4415626/original/066722200_1683210359-Ilustrasi_Insurance2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5518751/original/003592100_1772517691-WhatsApp_Image_2026-03-03_at_09.08.36.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3532289/original/028365400_1628161488-20210805-Harga-emas-alami-penurunan-ANGGA-4.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1369939/original/076856100_1476098426-20161010-Harga-emas-stagnan-di-posisi-Rp-599-Jakarta-AY2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5425362/original/007919200_1764223394-1000162799.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2821498/original/088849100_1559457238-20190602-Sosoro-Merak-1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5482123/original/088045400_1769161319-young-asian-man-using-mobile-phone-playing-video-games-television-living-room-male-feeling-happy-using-relax-time-lying-sofa-home-men-play-games-relax-home.jpg)