Jakarta – Menteri Keuangan (Menkeu) Suahasil Nazara membeberkan sejumlah insentif pajak yang diberikan pemerintah untuk masyarakat. Mulai dari gaji bebas pajak penghasilan (PPh) bulanan hingga UMKM tak dipungut pajak.
Dia menjelaskan, ada sebagian potensi pajak yang sengaja tidak dipungut oleh pemerintah. Pemerontah memberikan insentif berupa pengurangan hingga pembebasan pajak bagi kategori tertentu.
BACA JUGA:Pemerintah Siapkan Perpres Whoosh, Atur Kewajiban Keuangan dan Pengalihan Saham
BACA JUGA:Realisasi Program MBG Tembus Rp 153,19 Triliun, Sasar 57 Juta Orang
BACA JUGA:Formasi Komplit, Suahasil Nazara Bagi Tugas Tiga Wamenkeu
Dukungan APBN dilakukan dengan insentif pajak yang berupa pembebasan, pengurangan ataupun tarif pajak khusus untuk menjaga daya beli, mendorong usaha, fasilitas Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan fasilitas Pajak Penghasilan, ujar Suahasil di Hotel Raffles, Jakarta, Kamis (8/10/2026).
Dia mengungkap beberapa di antaranya. Misalnya, pembebasan PPN bagi pembelian rumah sampai harga Rp 2 miliar. Pembebasan PPh bulanan bagi gaji pekerja di bawah Rp 10 juta per bulan.
Gaji pekerja di sektor-sektor padat karya, gaji sampai dengan 10 juta rupiah, gaji di bawah itu bebas dari pajak penghasilan bulanan, nanti bayarnya di akhir tahun saja. Sehingga itu akan membantu cash flow dari perusahaan, urainya.
Selanjutnya, UMKM dengan omzet di bawah Rp 500 juta setahun, atau berkisar Rp 40 juta sebulan mendapatkan pembebasan pajak. Serta pungutan 0,5% dari omzet bagi usaha dengan pendapatan mulai Rp 500 juta hingga Rp 4,8 miliar setahun.
Fasilitas-fasilitas ini kita maksudkan supaya masyarakat bisa berusaha, namun tetap bisa memenuhi kewajiban perpajakannya, kepatuhan perpajakannya, dan kepatuhan perpajakan itu akan menjadi bagian dari yang tadi saya katakan tanggung jawab APBN mengumpulkan Rp 3.435 triliun di tahun yang akan datang, jelas Suahasil.
/2025/12/08/659294977.jpg)
/2025/02/10/462114211.jpg)
/2023/10/01/342276568.jpg)
/2024/01/17/2061950103.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9368800/original/084182000_1791448981-IMG-20261008-WA0208.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9368377/original/068185600_1791431197-email-attachment_2026_10_08_adyanugrahadi_menteri-umkm-jadi-pengampu-ekosistem-ojol-kawal-kemitraan-dengan-aplikator_IMG_7377.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9353343/original/079554200_1789961127-IMG_7203.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9369085/original/095022600_1791467558-Forum_Tukar_Pikiran_Implementasi_Wajib_Halal-8_oktober_2026a.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9368404/original/053332500_1791433059-email-attachment_2026_10_08_ariefhakim-at-klyid_menkeu-suahasil-fiskal-dan-danantara-saudara-kembar_1000466331.jpg)




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9309012/original/011632200_1785214700-Gemini_Generated_Image_5o6uim5o6uim5o6u.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3188320/original/078196100_1595493634-20200723-Usai-Cetak-Rekor_-Harga-Emas-Antam-Kembali-Turun-IQBAL-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3172730/original/061289100_1594117388-20200707-Harga-Emas-Pegadaian-Naik-Rp-4.000-5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3975039/original/078300400_1648205647-20220325-Harga-emas-pegadaian-naik-ANGGA-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5119144/original/046555200_1738566795-XRP_illustration.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4740419/original/047203600_1707701768-fotor-ai-202402128350.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4740421/original/097240200_1707701801-fotor-ai-202402128340.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4381430/original/007733200_1680504270-traxer-EBKPxro0A9c-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-gray-landscape-new.png,1180,20,0)/kly-media-production/medias/1937644/original/001119200_1519626925-1.jpg)