Jakarta – Lembaga pemeringkat S&P Global Ratings memperingatkan meningkatnya tekanan fiskal Indonesia, terutama akibat kenaikan biaya pembayaran bunga utang. Kondisi ini dinilai memperbesar risiko terhadap profil kredit negara dan berpotensi memicu aksi penurunan rating jika terus berlanjut.
Dikutip dari The Edge Malaysia, Jumat (27/2/2026), analis sovereign S&P Global Ratings, Rain Yin, dalam webinar kawasan Asia-Pasifik menyebut pembayaran bunga utang “sangat mungkin” telah melampaui ambang batas penting 15% dari total pendapatan pemerintah tahun lalu.
BACA JUGA:OJK Ungkap Pola Peminjam Pinjol yang Mudah Terjerat Utang
BACA JUGA:Amerika Serikat Terancam Kembalikan Dana Rp 2.951 Triliun Usai MA Batalkan Tarif Trump
BACA JUGA:Purbaya Beri Pilihan Utang Tambah atau Krisis 1998, Intip Besaran Utang RI Saat Ini
Jika rasio tersebut bertahan di atas 15% secara berkelanjutan, hal itu dapat mendorong pandangan yang lebih negatif terhadap peringkat kredit Indonesia.
Meski demikian, S&P belum mengubah outlook stabil pada rating BBB Indonesia. Namun, pernyataan tersebut menunjukkan kekhawatiran yang semakin meluas terhadap posisi fiskal Tanah Air.
Sebelumnya, Moody’s Ratings pada awal Februari telah mengubah outlook rating Indonesia dari stabil menjadi negatif untuk peringkat Baa2, dengan alasan melemahnya tata kelola dan meningkatnya risiko fiskal di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Untuk diketahui, Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025 tembus ke level 2,92% dari Produk Domestik Bruto (PDB). Besaran itu setara dengan Rp 695,1 triliun.
/2023/08/22/326576934.jpg)
/2025/05/07/1326608290.jpg)
/2025/12/08/659294977.jpg)
/2025/12/29/511986178.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5495102/original/047852100_1770355108-IMG_1094.jpeg)

/2025/06/10/630542136.jpg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/5514161/original/038103600_1772082342-Direktur_Utama_BRI_Hery__Gunardi-26_februari_2026.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4375853/original/035596900_1680074819-Warga_mulai_berburu_penukaran_uang_baru-ANGGA_1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4777602/original/096775800_1710842270-20240319-Penukaran_Uang-HER_2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4805341/original/055600100_1713432002-20240418-Kenaikan_Harga_Emas-HER_3.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3172732/original/048313800_1594117392-20200707-Harga-Emas-Pegadaian-Naik-Rp-4.000-7.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5186928/original/035658900_1744629096-20250414-Harga_Emas_Batangan-AFP_1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5372841/original/076901200_1759800689-perak.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/976574/original/043353600_1441279137-harga-emas-6.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5514734/original/091258300_1772103350-Warteg_Gratis_Alfamart.jpg)