Jakarta – Badan Pengelola Investasi Danantara akhirnya buka suara terkait sorotan tajam dua lembaga pemeringkat internasional, S&P Global dan Moody\’s, mengenai rencana sentralisasi ekspor komoditas.
Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria menjawab soal kekhawatiran kedua lembaga tersebut. Ia menyampaikan, Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) hadir untuk menata ekspor komoditas strategis. Sehingga, seluruh potensi pendapatan negara bisa diserap hingga memberikan manfaat kepada masyarakat luas.
BACA JUGA:Kelola Ekspor, Danantara Sumberdaya Tetap Kejar Untung
BACA JUGA:Teknologi Jadi Senjata Baru Industri Sawit Hadapi Persaingan Global
BACA JUGA:Purbaya Jamin DSI Tak Gantikan Bea Cukai
BACA JUGA:UNSP Pastikan Belum Ada Aksi Korporasi Terkait Aturan Ekspor Sumber Daya Alam
Ini yang juga perlu harus disampaikan kepada masyarakat. Harus memahami basic-nya kenapa ini dilakukan. Karena tentu ada latar belakangnya, yang pertama tentu masyarakat yakin bahwa yang namanya kekayaan alam Indonesia itu harus untuk kemakmuran rakyat Indonesia, ungkap Dony, ditemui di Wisma Danantara, Jakarta, dikutip Selasa (26/5/2026).
Dia menuturkan, beberapa praktik yang ingin dibenahi DSI yakni underinvoicing ekspor komoditas seperti minyak sawit (CPO) atau batu bara. Jika praktik ini terus terjadi, maka pendapatan negara dan manfaat ke masyarakat kurang maksimal.
Pada tahap awal, Danantara Sumberdaya Indonesia mengawal transaksi ekspor agar sesuai dengan harga acuan global. Praktik ini akan dijalankan hingga Desember 2026 dan DSI beralih jadi eksportir tunggal mulai 2027.
Seluruh penjualan itu tentu pertama sudah sampai kepada Pak Presiden, sampai dengan Desember itu kita memonitor, kewajaran harga dengan volume yang diekspor. Sehingga tidak terjadi lagi underinvoicing dan juga tidak terjadi transfer pricing. Pasti rakyat Indonesia setuju kan?, tuturnya.




:strip_icc()/kly-media-production/medias/4103058/original/008204000_1658923818-Harga_emas_menguat_tipis-ANGGA_3.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4880407/original/032839300_1719840035-IFG_Life.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4802755/original/092840900_1713245923-20240416-Hari_Pertama_ASN_Setelah_Cuti_Lebaran-HER_3.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/6377629/original/006536800_1779252749-Rapat_DPR.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1420675/original/050202900_1480428315-20161129--Pasar-Keramik-Nasional-Mulai-Meningkat-Jakarta--Angga-Yuniar-02.jpg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/3188320/original/078196100_1595493634-20200723-Usai-Cetak-Rekor_-Harga-Emas-Antam-Kembali-Turun-IQBAL-2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3172729/original/052282800_1594117386-20200707-Harga-Emas-Pegadaian-Naik-Rp-4.000-4.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5472770/original/094808400_1768375318-5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4835850/original/094493600_1716028703-20240518-Cuaca_Panas_India-AP_1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4753187/original/088955000_1708926807-Screenshot_20240226_112613_YouTube.jpg)