Jakarta – Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli memberikan bocoran terkait pelaksanaan Magang Nasional Angkatan II Batch III. Pemerintah menargetkan sisa kuota dari total 150 ribu peserta tahun ini akan digenjot pada Batch III yang dijadwalkan mulai November 2026.
Melalui platform MagangHub, pendaftaran Batch I dan Batch II sebelumnya telah sukses menyaring masing-masing sekitar 46 ribu dan 41 ribu peserta. Dengan total 87 ribu orang yang sudah tertampung, masih ada sekitar 63 ribu peluang tersisa yang bisa dimanfaatkan para fresh graduate.
BACA JUGA:Magang Nasional Batch 3 Khusus Perusahaan Swasta, Buka Oktober
BACA JUGA:Menaker Sebut 50% Peserta MagangHub di Industri Langsung Diterima Kerja
Nanti di batch ketiga insyaallah kita akan bulatkan menjadi 150 ribu, ujar Yassierli dalam acara Kick Off Magang Nasional Angkatan 2 Batch II di Gedung Vokasi Kemnaker, Jakarta, Rabu (23/9/2026).
Meski begitu, Yassierli menyebut pemerintah akan melakuan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan Batch I dan Batch II sebelum resmi membuka pendaftaran Batch III.
Kapan itu? Kita masih jeda dulu untuk evaluasi dan seterusnya. Nanti mungkin dalam satu setengah bulan ke depan, sekitar awal November, insyaallah kita akan kick off lagi untuk batch yang ketiga, terangnya.
Yassierli menegaskan program Magang Nasional ini merupakan arahan (direktif) langsung dari Presiden Prabowo Subianto. Program kolaborasi lintas kementerian ini melibatkan Kemenko Perekonomian, Kementerian Sekretariat Negara, Sekretariat Kabinet, hingga kementerian dan lembaga (K/L) lainnya.
Alhamdulillah kita terus lakukan improvement untuk perbaikan-perbaikan. Kita berharap program pemaganean nasional ini hadir memang memberikan kesempatan kepada anak bangsa untuk meningkatkan kompetensi, mendapatkan pengalaman kerja, membangun portofolio, dan memperluas jejaring, sehingga 6 bulan ini benar-benar bermanfaat untuk mereka, harapnya.
/2025/05/26/1577929556.jpg)
/2026/05/07/612874713.jpg)
/2026/05/31/1057979073.jpg)
/2026/06/01/2110586163.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355718/original/082858700_1790140478-1000451358.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4805339/original/033825900_1713432001-20240418-Kenaikan_Harga_Emas-HER_1.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5205703/original/076674300_1746101655-20250501-DEmo_Buruh_Surabaya-AFP_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9354438/original/007347500_1790051775-email-attachment_2026_09_22_immanuel-christian_lbea-cukai-tindak-impor-ilegal-beras-dan-garam-serta-balpres-senilai-rp27-miliar_IMG_7239.jpeg)




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3324621/original/092329900_1608026628-20201215-Harga-emas-terus-turun-ANGGA-6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4881567/original/061423100_1719967228-fotor-ai-2024070373734.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4943099/original/079227300_1726137608-20240912-Harga_Emas-ANg_1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4013693/original/013633000_1651632346-000_329D9VG.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816483/original/040342400_1714383611-fotor-ai-20240429134010.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816484/original/039630500_1714383627-fotor-ai-2024042913407.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4740419/original/047203600_1707701768-fotor-ai-202402128350.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9313336/original/086824700_1785634470-ChatGPT_Image_Aug_2__2026__08_33_41_AM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816479/original/001937700_1714383474-fotor-ai-2024042913365.jpg)