Jakarta – Toko-toko, restoran dan kafe di Mesir telah diminta untuk tutup lebih awal. Hal ini sebagai bagian dari serangkaian langkah sementara untuk mengatasi kenaikan harga energi yang disebabkan oleh Perang Iran.
Mengutip BBC, ditulis Minggu (29/3/2026), tempat usaha ritel dan tempat makan harus tutup pada pukul 21.00 waktu setempat setiap malam selama sebulan ke depan, dimulai Sabtu.
BACA JUGA:Pakistan Jadi Tuan Rumah Pembicaraan terkait Perang Iran, Siapa Saja yang Terlibat?
BACA JUGA:23 Maret 2021: Ever Given Menyumbat Terusan Suez, Mengganggu Perdagangan Global
BACA JUGA:Harga Naik Jelang Lebaran, Warga Mesir Tetap Beli Kue Tradisional
Langkah-langkah luar biasa yang diperkenalkan oleh pemerintah Mesir juga termasuk meredupkan lampu jalan dan iklan di pinggir jalan, serta kembali bekerja dari rumah selama satu hari dalam seminggu pada April bagi banyak orang.
Mesir sangat terpengaruh oleh konflik Timur Tengah dan blokade efektif Selat Hormuz, jalur pelayaran utama untuk minyak dan gas alam cair.
Harga minyak global telah meroket sejak pasokan melalui jalur air tersebut hampir terhenti total, dengan kekhawatiran akan adanya efek domino pada harga makanan, obat-obatan, dan barang-barang lainnya jika tidak diselesaikan.
Meskipun Mesir tidak terlibat dalam perang tersebut, ketergantungannya pada bahan bakar impor telah membuatnya rentan terhadap guncangan pasokan.
Perdana Menteri Mesir Mostafa Madbouly mengatakan pada hari Sabtu tagihan bensin saja telah meningkat lebih dari dua kali lipat dari Januari menjadi USD 2,5 miliar atau Rp 42,43 triliun, asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 16.980 (1,9 miliar poundsterling) pada Maret.
Pemerintah menyebutkan, hotel dan tempat wisata akan dikecualikan dari langkah-langkah penghematan energi. Pariwisata diperkirakan menyumbang sekitar sepersepuluh dari perekonomian Mesir.
/2024/01/10/1175600077.jpg)
/2026/01/14/1753234005.jpg)
/2025/12/29/511986178.jpg)
/2016/10/07/1683647833.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5540743/original/078854300_1774794955-Kawasan_Ekonomi_Khusus__KEK__Mandalika__Nusa_Tenggara_Barat__NTB_-29_Maret_2026b.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5261711/original/021340900_1750682308-AP23139497868577.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5538624/original/041324900_1774531939-1000272872.jpg)
/2024/08/29/2066812669.jpg)
/2026/02/03/1171977012.jpg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/4723188/original/034031500_1705921925-fotor-ai-20240122181144.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4226120/original/052852800_1668423876-Mark_Cuban_2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3975040/original/077790600_1648205648-20220325-Harga-emas-pegadaian-naik-ANGGA-5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5383000/original/098357600_1760612392-4.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5472767/original/057429900_1768375315-2.jpg)