Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebut dana hasil scam kini kerap dialihkan secara cepat ke berbagai instrumen digital. Selain perbankan, pelaku memanfaatkan dompet elektronik, aset kripto, emas digital, hingga platform e-commerce sebagai jalur pelarian dana.
“Pola pelarian dana juga semakin kompleks juga menjadi tantangan tersendiri dulu mungkin kalau scam ini dana dilarikan di sektor perbankan saja tapi saat ini dana korban tidak hanya berhenti di satu rekening bank tetapi dengan tepat dialihkan ke berbagai instrumen dan ekosistem digital mulai dari dompet elektronik, aset crypto, emas digital, hingga e-commerce dan aset keuangan digital lainnya,” kata Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK, Friderica Widyasari Dewi, dalam Rapat Kerja bersama Komisi XI DPR, Di Jakarta, ditulis Jumat (23/1/2026).
BACA JUGA:OJK Cabut Izin Usaha PT Varia Intra Finance, Ini Alasan dan Dampaknya
BACA JUGA:Minat Investor Transaksi Kripto di Domestik Masih Kurang, Ini Respons Tokocrypto
BACA JUGA:OJK Serahkan Tersangka Kasus Investree ke Kejaksaan
Ia menilai perubahan pola pelarian dana tersebut mencerminkan adaptasi cepat pelaku kejahatan terhadap sistem keuangan digital. Pelaku memanfaatkan celah lintas platform untuk mengaburkan jejak transaksi dan mempercepat penguasaan dana hasil penipuan.
Pola ini membuat dana korban menyebar ke banyak ekosistem dalam waktu singkat. Akibatnya, proses penelusuran transaksi membutuhkan koordinasi lintas pelaku industri dan lintas sektor, yang tidak bisa lagi mengandalkan mekanisme pemblokiran perbankan semata.
Perempuan yang akrab disapa Kiki ini menegaskan bahwa pola baru ini menuntut pendekatan pengawasan yang lebih adaptif. Tanpa respons cepat dan terintegrasi, peluang untuk menghentikan aliran dana dan mengamankan aset korban akan semakin kecil.
/2025/09/17/1992289456.jpg)
/2025/09/02/1600387136.jpg)
/2025/10/17/1921234742.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5472850/original/077010600_1768378156-Menteri_Keuangan_Purbaya_Yudhi_Sadewa-14_Januari_2026-2.jpg)

:strip_icc()/kly-media-production/medias/5369057/original/041377700_1759410165-2c9b539c-9e1a-415c-9792-66b1da24888a.jpeg)






:strip_icc()/kly-media-production/medias/4517931/original/084292300_1690545179-QRIS-5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5244922/original/072045700_1749267953-Foto_Ilustrasi_DBS__1_.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5452615/original/086379400_1766411046-Kepala_Departemen_Kebijakan_Makroprudensial_BI__Solikin_M._Juhro.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3279574/original/001681300_1603787899-20201027-Pemprov-DKI-Belum-Putuskan-Konsep-Kepemilikan-Rumah-Susun-Pasar-Rumput-ANTONIUS-1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5467328/original/054445200_1767872286-7.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5457547/original/055326500_1767005788-1__1_.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4286137/original/052645000_1673269901-Jakarta_berada_di_peringkat_ke-89_terbaik_di_dunia_2023-HERMAN_2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1308848/original/001411100_1470395135-20160805-Pedagang-Daging-Sapi-Jakarta--Angga-Yuniar4.jpg)