Jakarta – Realita baru mulai muncul bagi pelancong atau turis di seluruh dunia karena harga bahan bakar naik. Hal itu mulai dari kenaikan biaya, pilihan penerbangan lebih sedikit oleh maskapai dan keputusan sulit mengenai perjalanan itu sepadan dengan biayanya.
Mengutip abcnews.com, Jumat, (10/4/2026), realita baru yang dihadapi pelancong itu disebabkan fluktuasi harga minyak dan bahan bakar jet yang telah melonjak tajam sejak perang di Timur Tengah dimulai dan pertempuran di dekat Selat Hormuz yang sempit menciptakan hambatan bagi pasokan minyak global.
BACA JUGA:Selain Bahan Bakar, Maskapai Khawatirkan Hal Ini Imbas Perang Iran
BACA JUGA:Pemerintah Izinkan Tiket Pesawat Naik Maksimal 13% selama 2 Bulan
BACA JUGA:Harga Avtur Naik, Maskapai Minta Pemerintah Naikan Tarif Batas Atas Penerbangan
BACA JUGA:Bisnis Perjalanan Indonesia Lesu Imbas Efek Domino Konflik Timur Tengah
Volatilitas adalah cerita sebenarnya di sini. Saat ini maskapai mencoba bertaruh pada apa yang mereka pikir akan terjadi pada masa depan,” ujar mantan kapten maskapai yang sekarang mengajar di sekolah bisnis Universitas Georgetown, Shye Gilad dikutip dari abcnews.com.
Maskapai merespons dengan hati-hati, memangkas jadwal dan menyesuaikan harga dengan cara yang menurut para ahli akan berdampak tidak merata di seluruh pasar tetapi akhirnya akan memengaruhi hampir setiap jenis pelancong.
Maskapai murah dan pelanggan yang peka terhadap harga yang bergantung pada mereka akan merasakan dampaknya lebih dulu. Namun, pelancong di kabin premium pun tidak akan terhindar dari harga lebih tinggi dan jadwal yang kurang nyaman.
Harga minyak dunia telah bergejolak dalam beberapa pekan terakhir, sempat mencapai USD 119 per barel dan kemudian anjlok pada Rabu pekan ini di bawah USD 95 setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan gencatan senjata dua minggu di Timur Tengah yang sempat membuka kembali Selat Hormuz.
Namun, ketidakpastian di balik gejolak harga minyak tetap ada, terutama setelah Iran kembali menutup jalur terutama pengiriman minyak global sebagai respons terhadap serangan Israel di Lebanon.
Ketika harga bergerak cepat ke kedua arah, sangat sulit bagi maskapai untuk membuat prediksi. Itulah mengapa ada jeda antara pergerakan pasar minyak dan apa yang dilihat penumpang dalam harga tiket,” ujar Gilad.

/2025/07/29/1414537044.jpg)
/2026/01/21/1825629424.jpg)
/2025/10/15/1782724433.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5547860/original/066933300_1775473871-dpr9.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5549891/original/039205300_1775632510-1000284134.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5551851/original/080783400_1775783585-d6f42e15-61a2-4931-8543-c943cd99e82e.jpeg)
/2025/08/11/510014266.jpg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/1369942/original/091580800_1476098427-20161010-Harga-emas-stagnan-di-posisi-Rp-599-Jakarta-AY5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5523350/original/002152400_1772803865-Menteri_Keuangan_Purbaya_Yudhi_Sadewa-6_Maret_2026b.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4347729/original/082024200_1678087558-20230306-Ekonomi-China-AP-6.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5523300/original/073953200_1772800710-IMG_0778.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1360915/original/045635300_1475232910-20160930--Bea-Cukai-Rilis-Temuan-Rokok-Ilegal-Jakarta--Faizal-Fanani-09.jpg)