Jakarta – Kenaikan harga bahan bakar pesawat bukan satu-satunya masalah bagi industri penerbangan. Saat ini, masalahnya adalah apakah industri penerbangan akan memiliki cukup pasokan.
Mengutip CNBC, ditulis Rabu (8/4/2026), sejak Amerika Serikat (AS) dan Israel menyerang Iran pada 28 Februari 2026, harga bahan bakar jet di AS hampir naik berlipat ganda dari USD 2,50 per gallon pada 27 Februari menjadi USD 4,88 per gallon pada 2 April.
BACA JUGA:Gencatan Senjata, Warga Israel Tinggalkan Lokasi Perlindungan Bawah Tanah
BACA JUGA:Infografis Proposal 10 Poin Iran Berujung Gencatan Senjata Trump
BACA JUGA:Bos BI Sebut Ruang Penurunan Suku Bunga Menyempit
BACA JUGA:Rupiah Menguat Tapi Masih di Level Rp 17.000, Dipicu Gencatan Senjata AS-Iran
Penutupan Selat Hormuz efektif menekan pasokan minyak mentah dan produk olahan seperti bahan bakar jet yang semakin mendorong kenaikan harga. Hal itu memaksa maskapai untuk mempertimbangkan pengurangan penerbangan, terutama ke luar negeri.
CEO Deutsche Lufthansa Jerman, Carsten Spohr menuturkan kepada karyawan kalau maskapai itu menugaskan tim untuk membuat rencana darurat karena perang di Timur Tengah, termasuk untuk penurunan permintaan dan kekurangan bahan bakar.
Amerika Serikat memproduksi banyak bahan bakar jet dan tidak terlalu rentan dibandingkan wilayah lain seperti Eropa dan sebagian Asia. Namun, pesawat mengisi bahan bakar secara lokal, sehingga beberapa maskapai AS dapat menghadapi kekurangan bahan bakar untuk penerbangan internasional.
CEO United Airlines, Scott Kirby, mengatakan kepada wartawan akhir bulan lalu bahwa maskapai tersebut, yang memiliki layanan terbanyak ke Asia di antara maskapai AS, harus mengurangi penerbangannya. Ia juga mengatakan bukan tidak mungkin maskapai secara kolektif harus mengurangi layanan di wilayah tersebut.

/2026/01/28/1419203316.jpg)
/2025/04/03/1366764008.jpg)
/2025/12/08/659294977.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4166753/original/096704000_1663802133-Harga_Minyak_Dunia_2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5476090/original/021358800_1768711106-89ca5fc3-1578-4cf0-8176-b43ea2ccde53.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4762786/original/080700200_1709635134-20240305-Pelaporan_SPT-ANG_4.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5137861/original/069279700_1739965706-f606fa8e-0760-495d-b7ab-a14b1eae5495.jpg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/3043549/original/097902000_1580992201-20200206-Penggunaan-Kantong-Plastik-Masih-Marak-di-Pasar-Tebet-IQBAL-9.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5426614/original/039429500_1764311842-Mentan_Amran.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5540727/original/075070000_1774789628-Chief_Operating_Officer__COO__Danantara__Dony_Oskaria-29_Maret_2026b.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5549113/original/046291100_1775567089-5a8bebdd-a7a0-4d2c-8622-bdd424b7e039.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5541443/original/019109500_1774863184-Menteri_Pertanian__Mentan__Andi_Amran_Sulaiman-30_Maret_2026a.jpeg)