Jakarta – Memasuki awal tahun 2026, optimisme terhadap ekonomi Indonesia makin kuat. Meski diakui, situasi global masih dibayangi ketidakpastian. Namun, pasar domestik diprediksi tetap menjadi tulang punggung pertumbuhan.
Sektor ritel nasional pun diramal bakal makin perkasa sepanjang tahun ini, didorong oleh daya beli masyarakat yang tetap tangguh menghadapi berbagai tekanan ekonomi.
BACA JUGA:Angin Segar Ekonomi Indonesia di Awal 2026, Simak Indikator Positifnya
BACA JUGA:Tenang, Ekonomi Indonesia Lebih Siap Hadapi Gejolak Global
BACA JUGA:Ini Bukti Ekonomi Indonesia Masih Kuat
Optimisme ini bukan tanpa alasan. Berdasarkan analisis Bank Mandiri Office of Chief Economist terhadap Survei Penjualan Eceran Bank Indonesia, kinerja konsumsi rumah tangga menunjukkan tren positif sejak penghujung 2025.
Momentum libur panjang dan perayaan hari besar menjadi bahan bakar utama yang menjaga mesin ekonomi tetap panas.
Melihat ke belakang, Indeks Penjualan Riil (IPR) pada Desember 2025 diprakirakan tumbuh 4,4% secara tahunan (year-on-year) menuju level 231,7. Jika dilihat secara bulanan, peningkatannya cukup signifikan yakni mencapai 4,0%. Angka ini membuktikan bahwa masyarakat tidak ragu untuk berbelanja, terutama di momen Natal dan Tahun Baru.
Secara lebih detail, beberapa sektor ritel mencatatkan pertumbuhan yang sangat kontras namun saling menguatkan, tulis laporan Bank Mandiri, dikutip Rabu (14/1/2026).
Kelompok suku cadang dan aksesori tercatat tumbuh pesat hingga 12,3% secara tahunan, disusul oleh kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang meningkat sebesar 6,9%. Sementara itu, barang budaya dan rekreasi tumbuh 3,5%, serta bahan bakar kendaraan bermotor ikut terkerek 0,2%.
Menariknya, pada level bulanan, lonjakan paling tajam justru terjadi pada peralatan informasi dan komunikasi yang tumbuh 13,9%, menunjukkan bahwa kebutuhan teknologi tetap menjadi prioritas utama masyarakat.
/2025/09/17/1992289456.jpg)
/2025/10/16/1002072152.jpg)
/2025/05/05/294792947.jpg)
/2025/10/03/437355831.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5457844/original/085170600_1767060550-2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4977955/original/029448300_1729683087-Screenshot_2024-10-23_183027.jpg)
/2024/05/05/1407961340.jpg)





:strip_icc()/kly-media-production/medias/5472042/original/036695300_1768307350-WhatsApp_Image_2026-01-13_at_10.40.20.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5380907/original/068444200_1760438140-men9.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1075020/original/042395500_1449200814-20151204-Bill-Gates-AFP-6.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3545720/original/056823400_1629425275-059440700_1560940276-20190619-Rupiah-Menguat-di-Level-Rp14.264-per-Dolar-AS1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1075016/original/019350700_1449200543-20151204-Bill-Gates-AFP-2.jpg)