Jakarta – Ekonom menilai tekanan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) didorong sentimen eksternal Tekanan rupiah ini terjadi di tengah penguatan dollar index yang telah melampaui angka 101, dan lonjakan yield US Treasury tenor 10 tahun ke atas 5,1% .
Ekonom Bank Central Asia (BCA), David Sumual, menilai tekanan terhadap rupiah bukan fenomena tunggal Indonesia. Semua mata uang emerging market melemah terhadap dolar seiring dengan penguatan dollar index, ujarnya, Jumat (25/9/2026).
BACA JUGA:Rupiah Menguat ke 17.903 per Dolar AS, Ini Pendorongnya
BACA JUGA:Rupiah Hampir Tembus 18.000 per Dolar AS, Ekonom Beri Saran ke BI
Sementara itu, Ekonom Institute for Economic and Social Research Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI), Teuku Riefky, menegaskan tidak ada faktor domestik yang signifikan dalam beberapa waktu terakhir.
Dalam beberapa minggu terakhir tidak ada faktor internal, hanya eksternal, ujar dia.
Ia menuturkan, potensi kenaikan suku bunga The Fed sebagai pemicu utama pelemahan rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.
Dari sisi kebijakan domestik, David memproyeksikan Bank Indonesia (BI) masih memiliki ruang menaikkan suku bunga acuan pada kuartal IV 2026.
BI rate diperkirakan masih ada ruang untuk naik di kuartal empat antara 25-50 bps seiring dengan meningkatnya tekanan inflasi akibat dampak El Nino dan kenaikan harga minyak, ujar dia.
Sementara itu, keputusan BI mempertahankan suku bunga acuan, menurut Rifky, berdampak pada penekanan rupiah karena selisih dengan suku bunga AS kian menyempit. Dampaknya pelemahan rupiah karena spread dengan Fed Fund Rate mengecil, kata Rifky.
Kedua ekonom sepakat tekanan kemungkinan berlanjut hingga akhir tahun. Menurut David, tekanan rupiah itu dipicu ekspektasi kenaikan suku bunga the Fed pada Desember 2026. Sementara Rifky memproyeksikan rupiah bergerak di kisaran 17.600-18.000 per dolar AS.
/2025/04/08/1381777494.jpg)
/2026/05/21/1815365879.jpg)
/2025/08/20/1099693990.jpg)
/2025/05/16/900565566.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9357994/original/046649500_1790318364-email-attachment_2026_09_25_immanuel-christian_ojk-jelaskan-iuran-dana-pensiun-asn-dan-peran-apbn_IMG_7352__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9353342/original/073453900_1789961127-IMG_7201.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5474423/original/065994600_1768476612-Ketua_Umum_Kadin_Indonesia__Anindya_Novyan_Bakrie-15_Januari_2026-a.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9356767/original/013627700_1790220690-WhatsApp_Image_2026-09-24_at_10.21.532.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9356435/original/065641400_1790167220-WhatsApp_Image_2026-09-23_at_19.30.44.jpeg)




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9345626/original/030345400_1789043925-Depositphotos_679553294_L.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3337097/original/098406000_1609328704-20201230-Rupiah-Ditutup-Menguat-6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5329103/original/054221400_1756275814-IMG-20250827-WA0004.jpg)