Jakarta – Nilai tukar rupiah kembali mengalami pelemahan signifikan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan hari ini, Jumat, (29/5/2026). Pengamat Ekonomi, Mata Uang dan Komoditas Ibrahim Assuaibi menyebut rupiah melemah 39 poin ke level Rp 17.885 per dolar AS pada pukul 11.13 WIB.
Menurut Ibrahim, pelemahan rupiah kali ini cukup menarik perhatian lantaran terjadi di tengah indeks dolar AS yang justru melemah dalam perdagangan global.
BACA JUGA:BI Ungkap Penyebab Rupiah Melemah, Siapkan Sejumlah Langkah Stabilisasi
BACA JUGA:Alasan Dolar Singapura Perkasa Sepanjang 2026
BACA JUGA:Rupiah Ditutup Melemah ke Rp 17.881 per Dolar AS
Hari ini jam 11.13, rupiah melemah di 39 poin, Rp 17.885. Pelemahan mata uang rupiah ini berbanding terbalik karena indeks dolar pun juga melemah sebenarnya dalam perdagangan di hari ini. Tetapi rupiah ini mengalami pelemahan yang menurut saya cukup signifikan, kata Ibrahim kepada Media, Jumat (29/5/2026). Ia memperkirakan level psikologis Rp 18.000 per dolar AS kemungkinan belum tercapai pada pekan ini. Namun, Ibrahim menilai peluang rupiah menyentuh level tersebut pada awal pekan depan cukup besar.
Tetapi di minggu ini untuk mencapai level Rp 18.000 sepertinya tidak akan tercapai. Tetapi di minggu depan, kemungkinan besar antara hari Senin pada saat libur atau Selasa, kemungkinan besar Rp 18.000 itu akan tercapai, ujarnya.
Kondisi tersebut dinilai menunjukkan bahwa tekanan terhadap rupiah bukan semata dipengaruhi faktor eksternal, melainkan juga persoalan domestik yang bersifat struktural.
Tekanan Rupiah Dinilai Bukan Kesalahan Moneter
Ibrahim menegaskan, pelemahan rupiah saat ini bukan disebabkan oleh kesalahan teknis Bank Indonesia semata. Ia menilai akar persoalan berasal dari masalah struktural yang berada di luar kendali otoritas moneter. Permasalahan utama kenapa rupiah melemah ini bukan merupakan kesalahan teknis dari Bank Indonesia. Ini moneter tetapi kesalahan struktural. Kesalahan struktural di luar kendali otoritas moneter, di luar kendali Bank Indonesia, ujarnya.




:strip_icc()/kly-media-production/medias/5103467/original/057047800_1737457741-20250121-Jaga_Inflasi-ANG_3.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3532284/original/011004900_1628161432-20210805-Harga-emas-alami-penurunan-ANGGA-3.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/7018957/original/079171000_1779792505-IMG-20260526-WA0040.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5060464/original/007193000_1734756490-1734752196030_tips-menjadi-influencer.jpg)





:strip_icc()/kly-media-production/medias/976571/original/042940100_1441279137-harga-emas-3.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3975034/original/086610900_1648205536-20220325-Harga-emas-pegadaian-naik-ANGGA-2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5186932/original/075074000_1744629098-20250414-Harga_Emas_Batangan-AFP_5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5472770/original/094808400_1768375318-5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4837500/original/089462600_1716195908-Harga_emas_cetak_rekor_tertinggi-ANGGA_8.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4013697/original/070218700_1651632437-000_329D9UW.jpg)