Jakarta – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) lesu pada pembukaan perdagangan Senin, (5/10/2026). Analis menilai tekanan terhadap rupiah dipicu sentimen eksternal terutama lonjakan harga minyak hingga indeks dolar AS.
Mengutip Antara, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS turun 21 poin atau 0,12% ke posisi 17.903 per dolar AS dibandingkan penutupan sebelumnya di posisi 17.882 per dolar AS.
BACA JUGA:Nilai Tukar Rupiah Melemah Lagi, Konflik Yaman Jadi Sorotan
BACA JUGA:Rupiah Menguat ke 17.882, Tekanan Potensi Kenaikan Bunga The Fed Berkurang
BACA JUGA:Rupiah Melemah ke 17.966 Setelah Rilis Inflasi September 2026
Harga minyak tembus US$ 102 per barel, yield obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun naik menjadi 5,26%, indeks dolar naik menjadi 101,9 yang disebabkan oleh eskalasi konflik Timur Tengah dan ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed lebih lanjut,” ujar dia.
Mengutip Sputnik, gerakan Ansarullah Yaman mengklaim telah menyerang kilang minyak Aramco di Riyadh, ibu kota Arab Saudi, dengan rudal balistik dan pesawat nirawak. Ansarullah mengatakan serangan itu mengenai sasaran dan menimbulkan kebakaran.
Pelaku pasar juga disebut tengah mencermati rilis notulen meeting Federal Reserve (The Fed) yang telah menaikkan suku bunga 25 basis points (bps) dalam pertemuan terakhir Federal Open Market Committee. Dia menduga notulen meeting The Fed kemungkinan akan merilis sikap hawkish dengan rencana kenaikan suku bunga 1-2 kali hingga akhir tahun ini.
Melihat sentimen domestik, ia menuturkan, pelaku pasar masih wait and see terkait rilis data indeks keyakinan konsumen oleh Bank Indonesia (BI).
Perkiraan data keyakinan konsumen September kemungkinan masih kuat namun lebih landai jika dibanding Agustus 116,8,” kata dia.
/2023/11/02/585482236.jpg)
/2019/11/18/1319648998.jpg)
/2025/09/29/255160793.jpg)
/2023/07/12/46205755.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3617285/original/012275200_1635503742-20211029-Neraca-perdagangan-RI-alamai-surplus-ANGGA-3.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/922189/original/061254600_1436330199-tol-3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4740422/original/078699100_1707701814-fotor-ai-2024021283356.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4410597/original/021067700_1682846409-jievani-weerasinghe-NHRM1u4GD_A-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3543657/original/004020500_1629271438-international-2693231_1280.jpg)




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9349514/original/042048300_1789531576-ChatGPT_Image_Sep_16__2026__11_05_46_AM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4156440/original/071550200_1663062669-Emas4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4013693/original/013633000_1651632346-000_329D9VG.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3975039/original/078300400_1648205647-20220325-Harga-emas-pegadaian-naik-ANGGA-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816486/original/000456500_1714383664-fotor-ai-20240429133814.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816484/original/039630500_1714383627-fotor-ai-2024042913407.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816483/original/040342400_1714383611-fotor-ai-20240429134010.jpg)