Jakarta – Nilai tukar rupiah menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada pembukaan perdagangan Senin, (2/2/2026). Rupiah naik 1 poin atau 0,06% terhadap kurs dolar AS menjadi 16.776 per dolar AS dari sebelumnya 16.786.
Analis mata uang Doo Financial Futures, Lukman Leong prediksi, kurs rupiah berpeluang turun seiring spekulasi Kevin Warsh sebagai pilihan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk menjadi ketua bank sentral AS atau the Federal Reserve (the Fed).
BACA JUGA:Rupiah Tertekan Imbas Nominasi Calon Ketua The Fed Pilihan Trump
BACA JUGA:Rupiah Melemah terhadap Dolar AS Hari Ini 30 Januari 2026, Sentuh Level Segini
BACA JUGA:Indeks Kepercayaan Industri Cetak Rekor Tertinggi dalam 49 Bulan
BACA JUGA:Kurs Rupiah Dibuka Merosot Hari Ini 30 Januari 2026
“Rupiah berpotensi melemah terhadap dolar AS oleh spekulasi pilihan Trump, Kevin Warsh, untuk menjabat kepala The Fed baru mendukung dolar AS,” tutur dia seperti dikutip dari Antara.
Mengutip Anadolu, Trump telah mengumumkan dirinya memilih mantan Gubernur The Fed Kevin Warsh sebagai pengganti Jerome Powell sebagai Ketua Bank Sentral AS yang akan berakhir masa jabatannya pada Mei 2026.
Meskipun sebelumnya dikenal sebagai pendukung inflasi yang ketat, Warsh baru-baru ini berpihak pada Trump dengan secara terbuka menganjurkan suku bunga lebih rendah. Trump sudah berulang kali mengatakan akan menunjuk seorang Ketua Fed yang mendukung suku bunga lebih rendah.
Dengan suku bunga saat ini antara 3,5-3,75 persen, Trump berpendapat bahwa AS harus memiliki suku bunga terendah di dunia dan menyerukan penurunan hingga 1 persen.
“Warsh walau pilihan Trump, dipandang berpengalaman di Federal Reserve dan diharapkan tidak akan serta merta menuruti keinginan Trump memangkas suku bunga,” kata Lukman.
Pelemahan rupiah juga juga akan didorong pernyataan hawkish dari Wakil Ketua Pengawas The Fed Michelle Bowman yang mengatakan Federal Reserve masih perlu berhati-hati dalam memangkas suku bunga.
Namun, pelemahan akan terbatas, investor menantikan data perdagangan dan inflasi Indonesia yg akan dirilis siang ini. Inflasi tahunan diperkirakan akan naik ke 3,8 persen, ekspor dan impor keduanya masih akan turun -2,4 persen dan -0,7 persen, namun masih surplus 2,45 miliar dolar AS,” katanya.
Seiring sentimen tersebut, rupiah akan bergerak di posisi Rp16.700-Rp16.800 per dolar AS.
/2025/12/07/399938828.jpg)
/2025/03/14/208030179.jpg)
/2025/04/28/1077994607.jpg)
/2025/10/16/27400553.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5372841/original/076901200_1759800689-perak.jpg)



:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4931455/original/016012500_1724922483-IMG-20240829-WA0026.jpg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/5461831/original/095838900_1767460415-Untitled.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4282588/original/045207500_1672910856-Imbas_potensi_perlambatan_ekonomi_nilai_rupiah_melemah_terhadap_dollar-ANGGA_7.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3017478/original/046853000_1578564285-20200109-Waspadai-Gelombang-Tinggi-dan-Banjir-Rob-IMAM-5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5487936/original/087253300_1769684538-Konferensi_pers_OJK-BEI-29_Januari_2026c.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4089307/original/075313700_1657837181-Harga_Emas_Hari_Ini.jpeg)