Jakarta – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) melesat pada perdagangan Rabu, (1/4/2026). Rupiah naik 55 poin atau 0,32% menjadi 16.986 per dolar AS dari penutupan sebelumnya di 17.041. Analis menilai, rupiah menguat terhadap dolar AS masih dipengaruhi perkembangan perang di Iran.
Sementara itu, berdasarkan data RTI, kurs dolar AS terhadap rupiah masih perkasa. Kurs dolar AS menyentuh 17.011. Analis Bank Woori Saudara Rully Nova menuturkan, penguatan rupiah terhadap dolar AS di tengah optimisme de-eskalasi perang Amerika Serikat (AS)-Israel dan Iran.
BACA JUGA:IHSG Berpeluang Rebound Terbatas di Kuartal II 2026, Cermati Sektor Ini
BACA JUGA:Begini Prediksi Rupiah di Kuartal II 2026, Fase Krusial Imbas Konflik Geopolitik
BACA JUGA:Rupiah Hari Ini Menguat Tipis Usai Tembus 17.000 per USD
Rupiah pada perdagangan hari ini diperkirakan menguat di kisaran 16.940-17.040 dipengaruhi oleh penurunan index dollar yang disebabkan oleh optimisme pelaku pasar terhadap deeskalasi perang AS-Israel dan Iran,” ujar dia dikutip dari Antara.
Mengutip Sputnik, Presiden AS Donald Trump mengatakan kepada para stafnya bahwa dia siap mengakhiri operasi militer terhadap Iran dan bahkan jika Selat Hormuz sebagian besar masih ditutup.
Laporan itu ditulis The Wall Street Journal, Senin (30/3/2026), dengan mengutip sejumlah pejabat pemerintahan Amerika.
Menurut laporan tersebut, dalam beberapa hari terakhir, Trump dan para stafnya menyimpulkan misi untuk membuka Selat Hormuz secara penuh berpotensi memperpanjang konflik di luar rencana awal operasi, yang diperkirakan berlangsung antara empat hingga enam pekan.
Trump memutuskan Washington sebaiknya berfokus pada tujuan utamanya, yakni membatasi kemampuan angkatan laut Iran dan persediaan rudalnya, serta meredakan permusuhan yang sedang berlangsung, sambil secara bersamaan menekan Tehran untuk memulihkan kelancaran arus perdagangan.
Melihat dari sentimen domestik, pelaku pasar menilai positif langkah kebijakan efisien yang akan dijalankan pemerintah.
Namun, lanjutnya, pasar masih berhati-hati karena harga minyak yang masih di kisaran 100 dolar AS per barel.
Untuk data ekonomi Indonesia, inflasi bulan Maret 2026 diperkirakan melandai dibandingkan Februari menjadi 3,65 persen, yang dipengaruhi oleh insentif tarif listrik dan harga pangan yang terkendali setelah Lebaran.
Neraca perdagangan diperkirakan masih mencatatkan surplus sebesar 1,5 miliar dolar AS, lebih baik dibanding bulan sebelumnya dengan kenaikan pada ekspor dan impor, kata Rully.
/2025/09/05/1983514634.jpg)
/2026/02/05/2066631370.jpg)
/2025/05/09/1153526562.jpg)
/2025/03/02/139327218.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4902346/original/059937200_1721997344-20240726-Neraca_Perdangangan_RI-ANG_3.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3510059/original/027658500_1626233971-fintech_3.jpg)
/2017/06/02/105912995.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4740422/original/078699100_1707701814-fotor-ai-2024021283356.jpg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/4881264/original/019311900_1719914456-20240702-Mall_Pelayanan_Publik-HER_6.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5508696/original/058250100_1771586403-Menteri_Koordinator_Bidang_Perekonomian_Airlangga_Hartarto-20_Februari_2026a.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3955588/original/090119900_1646713189-20220308-Harga-Bensin-AS-3.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5468580/original/049228800_1767958127-Menteri_Koordinator_Bidang_Perekonomian__Airlangga_Hartarto-_9_Januari_2026-1.jpg)