Jakarta – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) melemah pada Kamis, (5/2/2026) yang dipicu data ekonomi AS yang menguat. Kurs rupiah terhadap dolar AS turun 28 poin atau 0,17% menjadi 16.805 per dolar AS dari sebelumnya 16.777 per dolar AS.
Analis Bank Woori Saudara Rully Nova menuturkan, rupiah loyo dipengaruhi data ekonomi AS yang kuat.
BACA JUGA:Rupiah Kembali Loyo terhadap Dolar AS Hari Ini 4 Februari 2026 Imbas Ketegangan AS-Iran
BACA JUGA:Rupiah Loyo terhadap Dolar AS Hari Ini 4 Februari 2026, Investor Antisipasi Data Ekonomi AS
BACA JUGA:Rupiah Melejit terhadap Dolar AS Hari Ini 3 Februari 2026, Komentar Donald Trump Beri Sentimen
Rupiah pada perdagangan hari ini diperkirakan melemah di kisaran Rp 16.770-Rp 16.820 per dolar AS, dipengaruhi oleh global penguatan index dollar sejalan dengan data ekonomi AS yang kuat, ujar dia dikutip dari Antara.
Mengutip Anadolu, data ADP tentang jumlah tenaga kerja nonpertanian swasta meningkat 22 ribu pada Januari 2026, walaupun di bawah ekspektasi pasar sebesar 46 ribu.
Sebelumnya, pada 2025, pemberi kerja hanya menambah 398 ribu pekerjaan, menurun dari 771 ribu pada tahun 2024.
Melihat sentimen domestik, pelaku pasar disebut masih menunggu data ekonomi Indonesia.
Pelaku pasar masih menunggu data pertumbuhan ekonomi yang akan diumumkan BPS (Badan Pusat Statistik (BPS) siang ini, ujar Rully.
Penutupan Rupiah terhadap Dolar AS pada 4 Februari 2026
Pengamat Ekonomi, Mata Uang & Komoditas Ibrahim Assuaibi, mencatat nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) melemah di level 16.776 pada penutupan perdagangan Rabu sore, (4/2/2026). Salah satu sentimen yang menekan rupiah terhadap dolar AS yakni ketegangan Amerika Serikat dan Iran.
Pada perdagangan sore ini, mata uang rupiah ditutup melemah 23 poin sebelumnya sempat melemah 25 poin di level Rp 16.776 dari penutupan sebelumnya di level Rp 16.754, kata Ibrahim dalam keterangannya, Rabu, 4 Februari 2026.
/2025/04/14/1991479611.jpg)
/2023/09/15/1558146208.jpg)
/2023/03/14/1404358099.jpg)
/2026/01/04/283031676.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5196555/original/022471000_1745413931-20250423-Perkotaan-ANG_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3285859/original/062073000_1604404965-20201103-pembebasan-tarif-bea-masuk-permudah-umkm-ekspor-produk-ke-AS-ANGGA-1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4732115/original/070853200_1706779283-fotor-ai-20240201161614.jpg)






:strip_icc()/kly-media-production/medias/4282584/original/016584500_1672910854-Imbas_potensi_perlambatan_ekonomi_nilai_rupiah_melemah_terhadap_dollar-ANGGA_4.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2832426/original/059440700_1560940276-20190619-Rupiah-Menguat-di-Level-Rp14.264-per-Dolar-AS1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4415626/original/066722200_1683210359-Ilustrasi_Insurance2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5518751/original/003592100_1772517691-WhatsApp_Image_2026-03-03_at_09.08.36.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3532289/original/028365400_1628161488-20210805-Harga-emas-alami-penurunan-ANGGA-4.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1369939/original/076856100_1476098426-20161010-Harga-emas-stagnan-di-posisi-Rp-599-Jakarta-AY2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5425362/original/007919200_1764223394-1000162799.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2821498/original/088849100_1559457238-20190602-Sosoro-Merak-1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5482123/original/088045400_1769161319-young-asian-man-using-mobile-phone-playing-video-games-television-living-room-male-feeling-happy-using-relax-time-lying-sofa-home-men-play-games-relax-home.jpg)