Jakarta – Nilai tukar rupiah melanjutkan penguatan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Kamis, (20/8/2026). Analis menilai, kenaikan rupiah terhadap dolar AS dipicu respons pasar atas rencana pemangkasan kuota Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi secara signifikan pada 2027.
Mengutip Antara, rupiah terhadap dolar AS naik 92 poin atau 0,52% menjadi 17.748 per dolar AS dibandingkan penutupan sebelumnya di 17.840 per dolar AS.
BACA JUGA:Rupiah Hari Ini Menguat, Analis Prediksi Bisa Tembus 17.750 per Dolar AS
BACA JUGA:Rupiah Menguat ke 17.840 per Dolar AS Usai BI Rate Tetap 5,75%
Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada juga bergerak menguat di level Rp 17.779 per dolar AS dari sebelumnya Rp 17.844 per dolar AS.
Analis mata uang Ibrahim Assuabi menuturkan, pasar merespons positif rencana pemangkasan kuota BBM bersubsidi secara signifikan pada 2027 mengangkat rupiah terhadap dolar AS.
Kebijakan tersebut berpotensi berdampak terhadap masyarakat pengguna BBM bersubsidi, terutama untuk jenis BBM Pertalite, ujar dia dikutip dari Antara.
Pengurangan subsidi BBM dinilai menjadi bagian dari langkah pemerintah untuk melakukan pengendalian subsidi.
Dengan pemangkasan kuota hingga 58,5%, ia menuturkan, masyarakat yang selama ini mengandalkan BBM bersubsidi berpotensi menghadapi pengetatan akses terhadap BBM subsidi.
Di sisi lain, pemerintah menggunakan asumsi harga minyak mentah Indonesia atau Indonesia Crude Price (ICP) sebesar US$ 75 per barel pada 2027, masih berada di bawah harga minyak saat ini yang berada di kisaran US$ 83 per barel.
“Kondisi tersebut perlu menjadi perhatian pemerintah, mengingat BBM bersubsidi berkaitan langsung dengan biaya transportasi dan mobilitas masyarakat. Terlebih, pengguna Pertalite didominasi masyarakat yang menggunakan kendaraan untuk aktivitas sehari-hari,” kata Ibrahim.

/2024/10/27/1641934318.jpg)
/2023/03/25/386341352.jpg)
/2026/03/10/984908556.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4273155/original/043705400_1672055490-IMG_20221014_193652.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9327954/original/075423800_1787130407-email-attachment_2026_08_19_ariefhakim-at-klyid_bahlil-godok-larangan-orang-kaya-beli-pertalite-jangan-ambil-hak-rakyat_1000413995.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5530179/original/078118800_1773393511-Menteri_Koordinator_Bidang_Pangan__Zulkifli_Hasan-13_Maret_2026b.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4983414/original/048746200_1730112225-fotor-ai-20241028174259.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5472767/original/057429900_1768375315-2.jpg)




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9310806/original/096451100_1785371567-ChatGPT_Image_Jul_30__2026__07_24_25_AM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3192690/original/063821500_1595929323-20200728-Harga-Emas-Tembus-Rp-1-Juta-per-Gram-5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4103062/original/041640700_1658923820-Harga_emas_menguat_tipis-ANGGA_7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1937629/original/026426200_1519626771-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3955060/original/018515100_1646657160-7_maret_2022-1.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5028255/original/089063500_1732871319-fotor-ai-2024112916722.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4594243/original/089058400_1696137886-andre-francois-mckenzie-iGYiBhdNTpE-unsplash.jpg)