Jakarta – Nilai tukar rupiah hari ini Kamis 2 April 2026 ditutup melemah. Rupiah melemah 19 poin atau 0,11 persen menjadi 17.002 per dolar AS dari penutupan sebelumnya di level 16.983 per dolar AS.
Research and Development Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX) Muhammad Amru Syifa mengatakan pelemahan rupiah dipengaruhi ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah.
BACA JUGA:Rupiah Menguat terhadap Dolar AS Hari Ini 2 April 2026 Berkat Surplus Perdagangan
BACA JUGA:IHSG Berpeluang Rebound Terbatas di Kuartal II 2026, Cermati Sektor Ini
“Pergerakan rupiah masih dipengaruhi oleh penguatan dolar AS, pergerakan harga minyak, serta ketidakpastian geopolitik di kawasan Timur Tengah,” ucapnya dikutip dari Antara, Kamis (2/4/2026).
Mengutip Anadolu, Presiden AS Donald Trump menyampaikan bahwa pihaknya akan meninggalkan Iran dalam waktu dua-tiga pekan ke depan.
Menurut angka resmi dari AS, terdapat 13 anggota militer AS telah tewas sejak perang dimulai. Konflik antara AS-Zionis Israel dengan Iran juga mendorong kenaikan harga energi dan mempengaruhi pengiriman melalui Selat Hormuz, jalur penting global untuk perkapalan minyak dengan sebagian besar pengiriman komoditas tersebut melalui selat tersebut.
“Pernyataan Presiden Donald Trump memberikan tekanan tambahan terhadap pasar. Ketidakjelasan terkait akhir konflik serta masih terbukanya potensi eskalasi membuat pelaku pasar cenderung berhati-hati. Kondisi ini mendorong penguatan dolar AS dan kenaikan harga minyak, yang pada akhirnya memberi tekanan pada mata uang emerging markets, termasuk rupiah,” ungkap Amru.
Perhatian pasar tertuju pula pada rilis data ekonomi AS, terutama data ketenagakerjaan, serta arah kebijakan suku bunga Federal Reserve (The Fed).
/2026/01/18/529366547.jpg)
/2025/12/04/352600800.jpg)
/2026/01/28/1419203316.jpg)
/2022/01/03/1388838796.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5541901/original/006728300_1774924731-IMG_8486.jpeg)

:strip_icc()/kly-media-production/medias/5546920/original/007282100_1775386332-IMG_0329.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5308549/original/077636700_1754547877-Gemini_Generated_Image_3o91z63o91z63o91.jpg)





:strip_icc()/kly-media-production/medias/5525772/original/075237500_1773063271-3.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3975034/original/086610900_1648205536-20220325-Harga-emas-pegadaian-naik-ANGGA-2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3271756/original/069996900_1603102551-20201019-Harga-Emas-Hari-Ini-Stabil-4.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1187572/original/096023600_1459353088-20160330--PLTP-Lahendong--Sulawesi-Utara--Faizal-Fanani-03.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4565723/original/073347600_1693995925-20230906-Kekeringan_di_Sawah-ANG_5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5316515/original/042841400_1755239943-75f7e08d-f76d-4ddf-8e0a-bbb7c662c9e9.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5546446/original/094076500_1775302490-95ca3f9e-040c-4dce-8784-35628c514d5c.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4983416/original/027398600_1730112255-fotor-ai-20241028174236.jpg)