Jakarta – Indeks dolar Amerika Serikat (AS) menguat pada perdagangan Jumat (20/02/2026) seiring sikap hati-hati tetapi cenderung hawkish dari bank sentral AS atau the Federal Reserve (the Fed). Kondisi ini turut memengaruhi pergerakan nilai tukar rupiah yang pada akhir sesi ditutup menguat tipis.
Pada perdagangan sore ini, rupiah ditutup menguat tipis 6 poin ke level 16.888 per dolar AS, setelah sempat menguat hingga 25 poin. Sebelumnya, rupiah ditutup di posisi 16.894 per dolar AS. Untuk perdagangan Senin mendatang, rupiah diperkirakan bergerak fluktuatif dengan potensi melemah di kisaran Rp 16.880 hingga Rp 16.910 per dolar AS.
BACA JUGA:The Fed: Kripto Tak Berguna, Stablecoin Bisa Tekan Perbankan
BACA JUGA:Pasar Kripto Diprediksi Masih Bergejolak, Ini Sentimennya
BACA JUGA:Rupiah Ditutup Dekati Rp 17.000 per Dolar AS, Tertekan Sinyal The Fed
Sentimen Eksternal
Direktur PT Traze Andalan Futures, Ibrahim Assuaibi menuturkan, risalah rapat Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) Januari menunjukkan kecilnya peluang pemangkasan suku bunga dalam waktu dekat. Sikap tersebut menjaga stabilitas dolar AS dan imbal hasil obligasi pemerintah, sekaligus menekan aset logam mulia yang tidak memberikan imbal hasil.
Selain itu, sejumlah data ekonomi AS yang dirilis lebih baik dari perkiraan turut memperkuat dolar. Klaim pengangguran awal tercatat turun menjadi 206 ribu pada pekan yang berakhir 14 Februari, lebih rendah dari proyeksi 225 ribu dan posisi sebelumnya 229 ribu. Survei Manufaktur Federal Reserve Philadelphia juga naik ke 16,3 pada Februari, melampaui ekspektasi 8,5 dan meningkat dari 12,6 pada Januari.
Dari sisi geopolitik, ketegangan antara AS dan Iran masih membayangi pasar. Laporan media menyebutkan militer AS tengah mempersiapkan kemungkinan serangan terhadap Iran setelah adanya peningkatan kekuatan militer di Timur Tengah dalam beberapa hari terakhir.Â
/2025/01/14/1692653614.jpg)
/2025/08/20/466700334.jpg)
/2025/11/24/535742307.jpg)
/2025/08/03/1270988211.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5507913/original/033474700_1771558036-Prabowo_Trump_Tanda_Tangan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5341346/original/058000800_1757310279-1000075378.jpg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/5507756/original/063758900_1771548196-WhatsApp_Image_2026-02-20_at_07.24.28.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5384514/original/093137400_1760785093-Kepala_Eksekutif_Pengawasan_Perilaku_Jasa_Keuangan__Edukasi_dan_Perlindungan_Konsumen_OJK_Friderica_Widyasari_Dewi.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5170217/original/039135200_1742596938-20250322-Penukaran_Uang-ANG_5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3975039/original/078300400_1648205647-20220325-Harga-emas-pegadaian-naik-ANGGA-4.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3352154/original/097767500_1610959712-20210118-Emas-Antam-8.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5472767/original/057429900_1768375315-2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5507499/original/070162600_1771494471-WhatsApp_Image_2026-02-19_at_15.33.22__3_.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475798/original/051680300_1768652642-WhatsApp_Image_2026-01-16_at_21.43.38.jpeg)