Jakarta – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan pihaknya telah menerima 63 laporan terkait hambatan berusaha yang masuk melalui kanal pengaduan debottlenecking.
Ia memaparkan, dari seluruh laporan yang diterima, empat kasus telah dinyatakan tuntas, dengan tiga di antaranya masih dalam tahap pemantauan. Selain itu, terdapat tujuh laporan yang belum dapat diproses dan dikembalikan kepada pelapor untuk dilengkapi.
BACA JUGA:Menkeu: Jangan Takut Soal Kondisi Ekonomi Global, Domestik Kita Bagus
BACA JUGA:Purbaya ke Investor: Jangan Takut Investasi di Indonesia, Nanti Menyesal
BACA JUGA:Menkeu Purbaya Diterpa Isu \’Di-Noel-kan\’, Kebijakan Ekonomi Bisa Jadi \’Bumerang\’?
Pelapor lain saya imbau jangan takut untuk ngadu masalah-masalah apa saja yang mereka hadapi ketika mereka melakukan bisnis di Indonesia. Kita sedang memperbaiki iklim Indonesia secara serius, kata Purbaya kepada wartawan usai Sidang Terbuka Satgas Debottlenecking, Senin (26/1/2026).
Purbaya juga menyebut adanya laporan bernilai besar yang berasal dari sektor energi. Kasus tersebut ditargetkan dapat mulai disidangkan pada pekan depan.
Ada yang energinya cukup besar, nanti kita lihat. Saya minta tadi minggu depan untuk disidangkan supaya terlihat betul kita bisa mendorong proyek besar yang sudah mangkrak bertahun-tahun karena kendala yang kecil menurut saya sih, tutur Purbaya.
Menanggapi pertanyaan apakah aduan tersebut berkaitan dengan bahan bakar minyak (BBM), Purbaya membantah dan meminta publik menunggu perkembangan selanjutnya.
“Itu nanti akan lebih seru lagi karena mungkin pemainnya besar-besar,” pungkasnya.
/2023/02/25/321248679.jpg)
/2025/02/24/1530473509.jpg)
/2025/12/09/920216395.jpg)
/2025/10/16/27400553.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5484243/original/004733500_1769417700-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2439240/original/018127500_1542966204-20181123-Nilai-Tukar-Rupiah-Menguat-Atas-Dolar-Angga3.jpg)

:strip_icc()/kly-media-production/medias/5486233/original/062057000_1769580738-Bakti_GoTo_untuk_Negeri_5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4796664/original/075845200_1712438897-a-perry-XGr8jarX0gY-unsplash.jpg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/5219635/original/040174000_1747221146-20250514-Harga_Emas-ANG_6.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5372841/original/076901200_1759800689-perak.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2439240/original/018127500_1542966204-20181123-Nilai-Tukar-Rupiah-Menguat-Atas-Dolar-Angga3.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5487908/original/019378300_1769683532-38ad1699-a169-4193-9e6f-b7734c88ab34.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5472846/original/096950000_1768378113-Menteri_Keuangan_Purbaya_Yudhi_Sadewa-14_Januari_2026-1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4013695/original/083702900_1651632388-000_329D9V2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1338349/original/016327000_1473147933-673x373.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5487478/original/021081700_1769666416-1000219659.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5360697/original/082788100_1758719568-183357.jpg)