Jakarta – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa membuka opsi kembali menunda pemungutan pajak marketplace setelah Oktober 2026 jika kondisi ekonomi belum sesuai harapan pemerintah.
Purbaya mengatakan, keputusan penundaan pemungutan pajak marketplace hingga Oktober dilakukan untuk memberi ruang lebih besar bagi masyarakat dalam membelanjakan uangnya.
BACA JUGA:Purbaya Libatkan Kemenhub Atasi Disparitas Tarif Jasa Pelabuhan
BACA JUGA:Isu Pajak Kontrakan Bikin Heboh, Purbaya Buka Suara
BACA JUGA:Purbaya Soroti Biaya Logistik Rp 4 Triliun, 70% Mengalir ke Luar Negeri
Kalau kemarin bisa diundur, nanti kalau keadaan jelek kita bisa undur lagi. Tapi sekarang ditunda sampai Oktober,” kata Purbaya di Kementerian Keuangan, Rabu (12/8/2026).
Saat ditanya apakah pemungutan akan kembali berjalan pada November 2026, Purbaya belum memberikan kepastian. Ia mengatakan kebijakan tersebut akan disesuaikan dengan kondisi ekonomi dan daya beli masyarakat.
“Mungkin. Kalau jelek, kita undur lagi,” ujarnya.
Purbaya menegaskan penundaan tersebut bukan karena kondisi ekonomi Indonesia memburuk. Pemerintah, kata dia, justru ingin memberikan ruang agar masyarakat memiliki lebih banyak uang untuk berbelanja dan mendorong pertumbuhan ekonomi.
Bukan. Kita ingin lo bisa punya uang lebih banyak lagi untuk belanja,” katanya.
Purbaya menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang saat ini mencapai 5,29% dapat didorong hingga 6% menjelang akhir tahun.
“Saya ingin mendorong ke 6% menjelang akhir tahun,” ujarnya.

/2026/04/24/1722632170.jpg)
/2026/03/27/747598489.jpg)
/2025/06/11/1156270911.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5453610/original/007869400_1766482737-1a2f8c2a-8c24-4682-9524-a65d9f0750e8.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9310806/original/096451100_1785371567-ChatGPT_Image_Jul_30__2026__07_24_25_AM.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5757392/original/058197000_1778659883-Kepala_Eksekutif_Pengawas_Pasar_Modal__Keuangan_Derivatif_dan_Bursa_Karbon_OJK__Hasan_Fawzi-13_Mei_2026b.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9320206/original/024949500_1786340602-email-attachment_2026_08_10_ariefhakim-at-klyid_sistem-penindakan-terintegrasi-menhub-jamin-pelanggaran-truk-odol-tak-cuma-salahkan-pengemudi_1000403240.jpg)




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3324618/original/083189900_1608026626-20201215-Harga-emas-terus-turun-ANGGA-3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3172729/original/052282800_1594117386-20200707-Harga-Emas-Pegadaian-Naik-Rp-4.000-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/976574/original/043353600_1441279137-harga-emas-6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816480/original/079795300_1714383491-fotor-ai-2024042913369.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4594243/original/089058400_1696137886-andre-francois-mckenzie-iGYiBhdNTpE-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816486/original/000456500_1714383664-fotor-ai-20240429133814.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816484/original/039630500_1714383627-fotor-ai-2024042913407.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9321981/original/062671700_1786513135-ChatGPT_Image_Aug_12__2026__12_38_32_PM.jpg)