Jakarta – Harga emas dunia menunjukkan pergerakan yang sangat dinamis sepanjang pekan terakhir setelah sempat mengalami tekanan tajam. Namun, harga emas dapat kembali pulih. Lalu bagaimana prediksi harga emas pekan ini?
Mengutip laporan Kitco.com, Senin (9/2/2026), logam mulia tersebut sempat diperdagangkan di kisaran USD 4.737,79 per ons di awal pekan, sebelum jatuh tajam akibat momentum jual yang kuat.
BACA JUGA:Borong Emas 15 Bulan Beruntun, China Makin Agresif Tinggalkan Dolar AS
BACA JUGA:Goldman Sachs Ingatkan Potensi Penjualan Saham Jumbo, Risiko Bitcoin Meningkat
BACA JUGA:Harga Emas Perhiasan Hari Ini 9 Februari 2026: Termurah Tembus Level Segini
Penurunan terjadi cepat ketika harga gagal mempertahankan level USD 4.700 dan sempat merosot hingga menyentuh titik terendah mingguan sekitar USD 4.450 per ons. Kondisi ini memicu kekhawatiran investor terhadap potensi koreksi lanjutan.
Namun, seperti pola yang kerap terjadi di pasar emas, pelemahan tersebut segera diikuti oleh pemulihan cepat. Harga kembali naik mendekati USD 4.800 hanya beberapa jam setelah mencapai titik terendah, menandakan minat beli masih kuat.
Selama sesi perdagangan berikutnya, emas berhasil memperkuat level USD 4.600 sebagai area support penting. Pergerakan ini kemudian membuka ruang bagi kenaikan lanjutan, terutama saat pasar Asia mendorong harga menembus USD 4.900.
Pada akhir pekan, emas kembali stabil dan ditutup hanya sekitar USD 35 di bawah level psikologis USD 5.000 per ons. Kondisi ini menunjukkan tren bullish masih bertahan, meski volatilitas tetap tinggi.
Analis: Kenaikan Lanjut, tapi Lebih Bertahap
Pialang komoditas senior di RJO Futures, Daniel Pavilonis, mengatakan kepada Kitco News aksi jual terbaru berbeda dengan koreksi sebelumnya dan cenderung kurang signifikan terhadap tren jangka panjang.
Ia memperkirakan harga emas masih berpotensi melanjutkan tren naik, namun tidak lagi bergerak secara parabolik seperti pada fase reli sebelumnya. Menurut dia, pergerakan selanjutnya akan lebih stabil dan mencerminkan perdagangan yang lebih normal.
/2025/09/12/1537496279.jpg)
/2025/11/27/175802667.jpg)
/2023/04/12/1270691180.jpg)
/2025/12/12/701098146.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4723189/original/060727400_1705921940-fotor-ai-20240122181141.jpg)
/2024/01/03/663488771.jpg)
/2025/10/07/2002674624.jpg)
/2024/02/12/986177710.jpg)
/2025/10/13/652970826.jpg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/5496584/original/000268300_1770551655-BCA_Expoversary_2026_di_ICE_BSD__Tangerang__Banten-2.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3532284/original/011004900_1628161432-20210805-Harga-emas-alami-penurunan-ANGGA-3.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4013697/original/070218700_1651632437-000_329D9UW.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5497650/original/041869000_1770645002-WhatsApp_Image_2026-02-09_at_20.10.28.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5186928/original/035658900_1744629096-20250414-Harga_Emas_Batangan-AFP_1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4349647/original/096522800_1678186856-20230307-Harga-Cabai-Ramadan-Angga-2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4881567/original/061423100_1719967228-fotor-ai-2024070373734.jpg)