Jakarta – Presiden Prabowo Subianto mengatakan saat ini ada kelangkaan solar di dunia. Namun, posisi Indonesia diuntungkan karena tak lagi bergantung pada pemenuhan solar dari impor.
Dia mengatakan Indonesia telah berhasil menyetop impor solar CN 48 pada 1 Juli 2026 lalu. Langkah tersebut berhasil dilakukan setelah implementasi biosolar B50 bagi kendaraan diesel di Tanah Air.
BACA JUGA:Australia dan Indonesia Jajaki Kemitraan Baru di Sektor Pangan
BACA JUGA:Piala Davis 2026: Dikalahkan Rumania, Pemain Muda Indonesia Petik Pelajaran Berharga
BACA JUGA:Indonesia Pimpin ASEAN Committee in Washington, Bawa Sederet Agenda
Saudara-saudara, kita juga mulai 1 Juli yang lalu kita tidak impor solar dari luar negeri, solar kita sekarang sudah mandiri, ungkap Prabowo dalam Resepsi Kesyukuran 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor, di Ponorogo, Jawa Timur, Sabtu (19/9/2026).
Diketahui, B50 dihasilkan dari campuran solar dengan minyak sawit yang diolah menjadi fatty acid methyl ether (FAME) 50 persen. Tambahan komposisi FAME tersebut sekaligus mengurangi penggunaan solar.
Prabowo mengatakan, usai peralihan tersebut, kondisi tak terduga kini terjadi di dunia. Menurut dia, ada kelangkaan pasokan solar dunia. Meski begitu, Indonesia patut bersyukur karena sudah tidak lagi melakukan impor solar.
Hari-hari ini solar langka di dunia, kita punya uang pun mungkin tidak ada barangnya, Alhamdulillah kita sudah bisa produksi solar kita sendiri, dari mana? Dari kelapa sawit, ucap Prabowo.
Tanaman Ajaib
Kepala Negara memandang kelapa sawit merupakan tanaman ajaib. Bukan tanpa alasan, minyak kelapa sawit punya puluhan produk turunan, termasuk bahan bakar minyak (BBM).
Dari tanaman yang Maha Kuasa telah memberi karunia kepada kita, yang saya katakan kelapa sawit mungkin itu adalah tanaman ajaib, the miracle plant, the miracle crop, kata dia.
Dari kelapa sawit kita bisa dapat 57 derivatif, kita bisa dapat obat, kita bisa dapat sabun, kita bisa dapat macam-macam, terutama kita dapat BBM, imbuhnya.
/2022/02/17/311290864.jpg)
/2025/10/28/268376734.jpg)
/2019/08/15/1659906810.jpg)
/2016/08/26/542351616.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9352130/original/058617600_1789730023-Penandatanganan_BA_GL_Tax_Mapping_oleh_Dirut_Pertamina_Kepala_KPP_WPB_Tiga_dan_Ketua_Tim_GL_Tax_Mapping.jpg.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9347211/original/045895600_1789284398-WhatsApp_Image_2026-09-13_at_11.16.28.jpeg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3291090/original/060643400_1604902998-20201109-Donald-Trump-Kalah-Pilpres-AS_-Rupiah-Menguat-4.jpg)




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9310807/original/088871800_1785371580-Gemini_Generated_Image_hjxpijhjxpijhjxp.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3188320/original/078196100_1595493634-20200723-Usai-Cetak-Rekor_-Harga-Emas-Antam-Kembali-Turun-IQBAL-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3192688/original/061754900_1595929322-20200728-Harga-Emas-Tembus-Rp-1-Juta-per-Gram-3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3172730/original/061289100_1594117388-20200707-Harga-Emas-Pegadaian-Naik-Rp-4.000-5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5303845/original/091163900_1754130203-Gemini_Generated_Image_4fgq6p4fgq6p4fgq.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4527216/original/053880700_1691248902-Kripto_9.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4740419/original/047203600_1707701768-fotor-ai-202402128350.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9313336/original/086824700_1785634470-ChatGPT_Image_Aug_2__2026__08_33_41_AM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4811393/original/069497700_1713943503-christian-lue-8Yw6tsB8tnc-unsplash.jpg)