Jakarta – Presiden Prabowo Subianto menetapkan anggaran sebesar Rp 2 triliun yang dikhususkan untuk konservasi Taman Nasional Way Kambas di Lampung. Kebijakan ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam memulihkan dan memperkuat kawasan lindung di Tanah Air.
Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi, Hashim Djojohadikusumo, menerangkan bahwa dana tersebut akan diarahkan untuk memulihkan fungsi hutan serta ekosistem di Way Kambas. Selain pembenahan kondisi kawasan, pemerintah juga akan memperkuat sistem pengamanan di taman-taman nasional.
BACA JUGA:Waketum MUI Sebut Prabowo Siap Keluar dari Board of Peace Jika Tak Sejalan
BACA JUGA:Ketua PBNU Sebut 16 Ormas Islam Terima Alasan Prabowo soal Indonesia Gabung Dewan Perdamaian Gaza
BACA JUGA:Pramono Tanggapi Arahan Prabowo: Bukan Cuma Sampah dan Iklan, Bendera Partai pun Saya Bersihkan
Pak Prabowo sudah sampaikan bahwa pemerintah akan alokasi 120 juta dolar atau 2 triliun rupiah untuk konservasi Way Kambas, ujar Hashim dalam Forum ESG 2026, di Jakarta, Selasa (3/2/2026).
Ia juga menyebut Way Kambas menjadi fokus utama dalam program revitalisasi taman nasional tahun ini. Anggaran Rp2 triliun itu dipastikan tidak dialokasikan ke daerah lain, melainkan sepenuhnya untuk pemulihan kawasan konservasi di Lampung tersebut.
Way Kambas di Lampung akan nanti di apa, dibangkitkan kembali, diremajakan, dan anggaran 2 triliun itu khusus untuk Way Kambas, jelasnya.
Selain kucuran dana, Presiden turut memerintahkan penambahan besar-besaran jumlah polisi kehutanan (forest rangers) dari 5.000 personel menjadi 70.000 personel di seluruh Indonesia. Langkah ini diambil guna memastikan perlindungan satwa liar dan kelestarian lingkungan berjalan lebih efektif.  Â
/2025/12/12/590783714.jpg)
/2023/12/17/945751405.jpg)
/2025/12/07/399938828.jpg)
/2025/03/14/208030179.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5234447/original/005815200_1748349052-20250527-Transjabodetabek-ANG_3.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5490979/original/053391900_1770037175-Direktorat_Jenderal_Perkeretaapian__DJKA__Kementerian_Perhubungan_mengecek_kesiapan_LRT_Jabodebek-3.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5299983/original/084137800_1753857669-Menara_SMBC_Indonesia__1___2_.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5490995/original/001390300_1770039523-IMG_0952.jpeg)





:strip_icc()/kly-media-production/medias/3532289/original/028365400_1628161488-20210805-Harga-emas-alami-penurunan-ANGGA-4.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3352151/original/051235700_1610959710-20210118-Emas-Antam-5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5491877/original/086302700_1770109168-WhatsApp_Image_2026-02-03_at_11.55.47__1_.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2833304/original/055774200_1561020095-20190619-BI-Tahan-Suku-Bunga-Acuan-6-Persen6.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5285271/original/007266900_1752663315-20250716-Inflasi-ANG_8.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1360914/original/098618500_1475232909-20160930--Bea-Cukai-Rilis-Temuan-Rokok-Ilegal-Jakarta--Faizal-Fanani-08.jpg)