Jakarta – Presiden Prabowo Subianto kembali menunjukkan rasa geramnya terhadap pejabat Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Dia bahkan menyebut mantan pejabat BUMN tinggal menunggu panggilan Kejaksaan Agung.
Prabowo memulai dengan cerita pembentukan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) yang mengelola 1.040 BUMN dengan total aset USD 1 triliun. Sebelum hadirnya Danantara, aset itu dikelola oleh masing-masing perusahaan dengan jumlah ribuan tersebut.
BACA JUGA:Prabowo Perintahkan Spanduk Iklan Ditertibkan, Begini Respons Gubernur Bali
BACA JUGA:Prabowo Sungkan Bilang Rakyat Miskin, Pakai Istilah Prasejahtera
BACA JUGA:Prabowo Sebut MBG Jadi Perhatian Gedung Putih AS
Tadinya terpecah-pecah dalam 1.040 perusahaan, bayangkan gak? siapa yang bisa manage seribu perusahaan? ini akal-akalan, tegas Prabowo dalam Taklimat Presiden RI pada Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026, di Sentul, Bogor, Jawa Barat, Senin (2/2/2026).
Prabowo kembali geram. Nadanya mulai meninggi dan mengatakan kalau pemimpin BUMN terdahulu harus bertanggung jawab. Dia bahkan mewanti-wanti pejabat BUMN nakal untuk bersiap menghadapi panggilan dari Kejaksaan Agung.
Saya katakan, pimpinan-pimpinan BUMN yang dulu harus bertanggung jawab. Jangan enak-enak kau, siap-siap kau dipanggil kejaksaan, ucapnya.
Kepala Negara ini menyebut sempat mendapat pandangan sinis dari petinggi BUMN dahulu. Dia pun kembali mengulang soal peringatannya tadi. Kan mereka ngejek Prabowo itu hanya bisa ngomong di podium aja \’oh iya?\’ ya tunggu aja panggilan, lu jangan nantang gue lu, tegasnya.
Saya hanya takut sama rakyat Indonesia dan Tuhan Maha Besar, saya hanya takut itu, sambung RI 1.
/2025/12/07/399938828.jpg)
/2025/03/14/208030179.jpg)
/2025/04/28/1077994607.jpg)
/2025/12/11/807977835.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1223093/original/001717500_1462280591-20160503-Pasar--Inflasi-Masih-Terkendali-Hingga-Juni-Jakarta-Angga-Yuniar-01.jpg)

:strip_icc()/kly-media-production/medias/5198172/original/061456600_1745500065-56e1a315-d25b-47fb-abe6-e936eafd527a.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1369943/original/032417700_1476098428-20161010-Harga-emas-stagnan-di-posisi-Rp-599-Jakarta-AY6.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5397188/original/078850600_1761803487-IMG-20251030-WA0006.jpg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/5461831/original/095838900_1767460415-Untitled.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4282588/original/045207500_1672910856-Imbas_potensi_perlambatan_ekonomi_nilai_rupiah_melemah_terhadap_dollar-ANGGA_7.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3017478/original/046853000_1578564285-20200109-Waspadai-Gelombang-Tinggi-dan-Banjir-Rob-IMAM-5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5487936/original/087253300_1769684538-Konferensi_pers_OJK-BEI-29_Januari_2026c.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4089307/original/075313700_1657837181-Harga_Emas_Hari_Ini.jpeg)