Jakarta – Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) menganalisis perputaran dana sekitar Rp 2.085 triliun sepanjang 2025. Angka itu meningkat drastis dari capaian sepanjang 2024. Kepala PPATK, Ivan Yustiavandana menerangkan, angka tersebut meningkat 42 persen dari perputaran dana yang dianalisis pada 2024 dengan nilai Rp 1.459,6 triliun.
Total perputaran dana yang dianalisis mencapai Rp 2.085 triliun atau meningkat 42 persen dari tahun 2024 sebesar Rp 1.459,6 triliun, kata Ivan dalam Rapat Kerja dengan Komisi III DPR, di Jakarta, Selasa (3/2/2026).
BACA JUGA:Kasus Manipulasi Pasar Modal: Tiga Orang Ditetapkan Tersangka, Begini Praktik Culas Para Pelaku
BACA JUGA:Transaksi Judi Online Turun Jadi Rp 286 Triliun di 2025
BACA JUGA:Benny DPR Cecar Bos PPATK Soroti Aliran Cuci Uang Proyek Bansos & Proyek dari APBN
Sejalan dengan jumlah tersebut, PPATK juga telah menyampaikan 994 hasil analisis (HA) dan 17 hasil pemeriksaan (HP). Serta 529 informasi kepada penyidik dan kementerian terkait.
Ivan memastikan, hasil analisis, pemeriksaan dan informasi yang disampaikan PPATK turut berperan dalam pencegahan dan pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang dan Tindak Pidana Pendanaan Terorisme dan Proliferasi Senjata Pemusnah Massal.
Namun juga berkontribusi dalam penerimaan negara dari sektor perpajakan, Ivan menambahkan.
Temuan PPATK
Sebelumnya, Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) menemukan diduga penyembunyian omzet hingga Rp 12,49 triliun yang berasal pada sektor perdagangan tekstil dengan nilai yang fantastis.
Salah satu temuan signifikan terdapat pada sektor perdagangan tekstil, dimana pihak-pihak tertentu diduga menyembunyikan omzet hingga senilai Rp12,49 triliun dengan menggunakan rekening karyawan atau pribadi untuk menerima transaksi hasil penjualan ilegal, demikian seperti dikutip dari keterangan PPATK, Kamis, 29 Januari 2026.
Meski demikian, PPATK dalam keterangannya tidak menyebutkan nama perusahaan atau oknum yang melakukan hal tersebut.
/2023/08/22/326576934.jpg)
/2025/05/07/1326608290.jpg)
/2025/12/08/659294977.jpg)
/2025/12/29/511986178.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5125407/original/001725900_1738931703-f0b39c89-4a2b-447f-b383-742f7955cae9.jpeg)

/2025/06/10/630542136.jpg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/5514161/original/038103600_1772082342-Direktur_Utama_BRI_Hery__Gunardi-26_februari_2026.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4375853/original/035596900_1680074819-Warga_mulai_berburu_penukaran_uang_baru-ANGGA_1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4777602/original/096775800_1710842270-20240319-Penukaran_Uang-HER_2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4805341/original/055600100_1713432002-20240418-Kenaikan_Harga_Emas-HER_3.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3172732/original/048313800_1594117392-20200707-Harga-Emas-Pegadaian-Naik-Rp-4.000-7.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5186928/original/035658900_1744629096-20250414-Harga_Emas_Batangan-AFP_1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5372841/original/076901200_1759800689-perak.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/976574/original/043353600_1441279137-harga-emas-6.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5514734/original/091258300_1772103350-Warteg_Gratis_Alfamart.jpg)