Jakarta – Pinjaman online (pinjol) masyarakat Indonesia masih menunjukkan tren kenaikan pada awal tahun ini. Hingga Januari 2026, total pembiayaan yang masih outstanding di industri peer to peer (P2P) lending atau pinjol nyaris mencapai Rp 100 triliun.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat nilai pinjaman daring yang masih berjalan sebesar Rp 98,54 triliun pada Januari 2026. Angka tersebut tumbuh 25,52 persen secara tahunan atau year on year (yoy). Secara bulanan, posisinya juga naik dibandingkan Desember 2025 yang tercatat Rp 96,62 triliun.
BACA JUGA:OJK Ungkap Pola Peminjam Pinjol yang Mudah Terjerat Utang
BACA JUGA:Data OJK Institute: Mayoritas Pengguna Pinjol Ilegal Tergoda Iklan Media Sosial
BACA JUGA:Pendanaan Pindar Ini Sumbang Rp 10,9 Triliun ke PDB
Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK, Agusman, menyampaikan capaian itu dalam konferensi pers Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB).
Pada industri pinjaman daring atau Pindar, outstanding pembiayaan pada Januari 2026 tumbuh 25,52 persen year on year dengan nominal sebesar Rp 98,54 triliun,” kata Agusman dalam Konferensi Pers RDKB Februari 2026, Selasa (3/3/2026).
Di sisi lain, peningkatan pembiayaan turut diikuti kenaikan risiko kredit bermasalah. Rasio tingkat wanprestasi di atas 90 hari (TWP90) secara agregat tercatat 4,38 persen per Januari 2026, lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 2,52 persen.
Walaupun mengalami lonjakan secara tahunan, rasio TWP90 tersebut masih berada di bawah batas maksimum yang ditetapkan OJK, yakni 5 persen.
/2025/04/14/1991479611.jpg)
/2023/09/15/1558146208.jpg)
/2023/03/14/1404358099.jpg)
/2026/01/04/283031676.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5377640/original/058255900_1760136586-img_viewer.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3285859/original/062073000_1604404965-20201103-pembebasan-tarif-bea-masuk-permudah-umkm-ekspor-produk-ke-AS-ANGGA-1.jpg)

:strip_icc()/kly-media-production/medias/3005833/original/005389400_1577346189-20191226-Proyeksi-Pertumbuhan-Ekonomi-Indonesia-2020-ANGGA-4.jpg)





:strip_icc()/kly-media-production/medias/4282584/original/016584500_1672910854-Imbas_potensi_perlambatan_ekonomi_nilai_rupiah_melemah_terhadap_dollar-ANGGA_4.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2832426/original/059440700_1560940276-20190619-Rupiah-Menguat-di-Level-Rp14.264-per-Dolar-AS1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4415626/original/066722200_1683210359-Ilustrasi_Insurance2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5518751/original/003592100_1772517691-WhatsApp_Image_2026-03-03_at_09.08.36.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3532289/original/028365400_1628161488-20210805-Harga-emas-alami-penurunan-ANGGA-4.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1369939/original/076856100_1476098426-20161010-Harga-emas-stagnan-di-posisi-Rp-599-Jakarta-AY2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5425362/original/007919200_1764223394-1000162799.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2821498/original/088849100_1559457238-20190602-Sosoro-Merak-1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5482123/original/088045400_1769161319-young-asian-man-using-mobile-phone-playing-video-games-television-living-room-male-feeling-happy-using-relax-time-lying-sofa-home-men-play-games-relax-home.jpg)