Jakarta – Dua perusahaan raksasa asal Jepang, Tokyo Gas Co., Ltd. dan Hanwa Co., Ltd., menggelar kunjungan ke Kabupaten Pohuwato, Provinsi Gorontalo. Kunjungan tersebut dilakukan dalam kapasitas mereka sebagai buyer wood pellet dari PT Biomasa Jaya Abadi (PT BJA) yang beroperasi di Kabupaten Pohuwato, Provinsi Gorontalo.
BACA JUGA:Indonesia Pastikan Produksi Wood Pellet Sesuai Komitmen Pengelolaan Hutan Lestari
BACA JUGA:13 WNA Jepang Sindikat Penipuan Daring Ditangkap Petugas Imigrasi Bogor
BACA JUGA:Spesies Semut Ini Mampu Bereproduksi Tanpa Jantan
Agenda utama kunjungan tersebut adalah audiensi dengan Pemerintah Kabupaten Pohuwato guna memperoleh informasi langsung terkait aspek legalitas, operasional, serta dampak keberadaan PT BJA di wilayah tersebut. Rombongan buyer diterima langsung oleh Bupati Pohuwato, Syaipul A. Mbuinga, didampingi Sekretaris Daerah dan sejumlah pejabat terkait.
Dalam pertemuan tersebut, Tokyo Gas dan Hanwa mengajukan sejumlah pertanyaan, terutama terkait aspek legalitas dan perizinan perusahaan. Pemerintah Kabupaten Pohuwato menegaskan bahwa PT BJA merupakan investor yang telah memenuhi seluruh ketentuan perizinan dan menjalankan operasionalnya secara legal sesuai regulasi yang berlaku.
“Proses perizinan PT BJA telah melalui mekanisme evaluasi administratif dan teknis sebagaimana diatur dalam sistem perizinan berusaha,” tegas Bupati Pohuwato Syaiful A. Mbuinga, Rabu (4/3/2026).
Selain aspek legalitas, Tokyo Gas dan Hanwa menaruh perhatian pada dampak sosial dan ekonomi PT BJA terhadap masyarakat sekitar. Pemerintah Kabupaten Pohuwato menjelaskan, keberadaan PT BJA telah memberikan kontribusi yang signifikan terhadap perekonomian daerah. Kontribusi nyata tersebut antara lain melalui penyerapan tenaga kerja yang hingga saat ini telah mencapai lebih dari 1.500 orang.
/2019/01/16/2005481867.jpg)
/2025/11/24/1458310970.jpg)
/2025/09/02/1934936574.jpg)
/2026/01/07/1635421656.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1369941/original/055657900_1476098427-20161010-Harga-emas-stagnan-di-posisi-Rp-599-Jakarta-AY4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3285859/original/062073000_1604404965-20201103-pembebasan-tarif-bea-masuk-permudah-umkm-ekspor-produk-ke-AS-ANGGA-1.jpg)

:strip_icc()/kly-media-production/medias/5519613/original/073767100_1772589824-publikasi_1772587345_69a78951691f3.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3149044/original/080039100_1591784340-AA42AB06-382B-4B76-A3AD-7551B7D83154.jpeg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/5494625/original/021531700_1770301634-1000226472.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5520136/original/070759500_1772607159-1_Pelantikan-Pejabat-Baru-LPS.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4875742/original/093303000_1719401842-20240626-Rupiah_Melemah-ANG_5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5521172/original/093543200_1772682682-IMG-20260305-WA0002.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1071006/original/007793200_1448870952-20151130-Harga-Emas-Kembali-Buyback-AY3.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5506524/original/044114800_1771471389-Badan_Pangan_Nasional__Bapanas__mengungkap_penyebab_kenaikan_harga_cabai_rawit_merah-1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4465765/original/043413400_1686728194-Gedung_Kemenkeu_Jakarta.jpg)