Jakarta – Ekonomi Malaysia tumbuh 6% pada kuartal kedua 2026 dibandingkan tahun sebelumnya. Pertumbuhan ekonomi Malaysia ini melampaui perkiraan karena pertumbuhan ekspor yang lebih kuat dan belanja rumah tangga yang stabil mampu mengimbangi risiko akibat konflik di Timur Tengah.
Mengutip Channel News Asia, ditulis Senin, (17/8/2026), angka pertumbuhan tersebut lebih tinggi daripada estimasi awal resmi sebesar 5,8% yang juga merupakan median perkiraan dalam jajak pendapat ekonom oleh Reuters. Selain itu, pertumbuhan ekonom lebih kuat dibandingkan ekspansi sebesar 5,4% pada kuartal pertama.
BACA JUGA:Gasak Malaysia 3-0, Garuda Pertiwi Lolos Semifinal Srikandi Merdeka Cup 2026
BACA JUGA:Myanmar Siap Terima Kembali 300.000 Lebih Pengungsi Rohingya
BACA JUGA:Indonesia Resmi Ekspor Beras ke Malaysia, Perdana Kirim 1.000 Ton
Pertumbuhan kuartal kedua didorong oleh kinerja yang lebih baik di semua sektor kecuali pertanian, menurut data yang dirilis oleh Departemen Statistik dan Bank Negara Malaysia (BNM).
Gubernur BNM Abdul Rasheed Ghaffour mengatakan, pertumbuhan pada 2026 diperkirakan berada di kisaran 5%, yang merupakan batas atas dari proyeksi bank sentral untuk ekspansi sebesar 4 hingga 5%. Ekonomi tumbuh sebesar 5,2% pada tahun lalu.
Permintaan komersial diperkirakan akan tetap tangguh, didorong oleh belanja rumah tangga dan aktivitas investasi, ujarnya dalam konferensi pers.
Negara di Asia Tenggara ini sebagian besar terlindungi dari guncangan ekonomi akibat konflik Timur Tengah berkat permintaan domestik yang kuat, investasi yang stabil, dan pertumbuhan ekspor.
Bulan lalu, bank sentral mempertahankan suku bunga acuan tetap stabil dalam enam pertemuan kebijakan berturut-turut di tengah tingkat inflasi yang terkendali.
Pada Jumat, Abdul Rasheed menyatakan, inflasi diperkirakan tetap terkendali tahun ini antara lain berkat subsidi bahan bakar dan bantuan pemerintah lainnya meskipun kenaikan harga komoditas global diperkirakan akan memberikan tekanan kenaikan pada harga-harga.
Ia mengatakan, bank sentral menganggap sikap kebijakan moneternya tepat dan konsisten dengan prospek stabilitas harga yang berkelanjutan serta pertumbuhan ekonomi yang lestari.

/2026/04/28/1835199726.jpg)
/2024/01/02/255420581.jpg)
/2020/10/07/991384626.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4728632/original/071373600_1706465868-aleksandrs-karevs-9PZePvYSM4U-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8821088/original/039186700_1782912172-gedung_ditjen_pajak-1_Juli_2026a.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9320607/original/004066500_1786358780-IMG_6396.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9323648/original/063404100_1786628918-PONDASI_-_EBL_2.jpg.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9323914/original/089450400_1786680755-pid6.jpg)




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3172730/original/061289100_1594117388-20200707-Harga-Emas-Pegadaian-Naik-Rp-4.000-5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4089307/original/075313700_1657837181-Harga_Emas_Hari_Ini.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3458471/original/078083500_1621321945-20210518-Harga-Emas-Antam-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4103056/original/068493900_1658923736-Harga_emas_menguat_tipis-ANGGA_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9313336/original/086824700_1785634470-ChatGPT_Image_Aug_2__2026__08_33_41_AM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4983416/original/027398600_1730112255-fotor-ai-20241028174236.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5573199/original/080057300_1777884181-ChatGPT_Image_May_4__2026__03_42_23_PM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3653282/original/032068500_1638698485-Mark_Cuban.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9325605/original/023566800_1786882249-James_Eugene_-_VP_of_Business_Development_INDODAX__1_.jpg)