Jakarta – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2025 atau full year mencapai 5,11%. Pertumbuhan ekonomi Indonesia tersebut melenceng dari prediksi Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa.
Sebelumnya, Menkeu Purbaya memprediksi pertumbuhan ekonomi sepanjang 2025 di kisaran 5,2%. Namun, nyatanya di bawah prediksinya.
BACA JUGA:Ekonomi Indonesia 2025 Tumbuh 5,1%, Menko Airlangga Sebut Lebih Baik Ketimbang Negara Lain
BACA JUGA:Purbaya Acungi Jempol UMKM Sawit: Serap Tenaga Kerja, Jadi Motor Pertumbuhan Ekonomi
Secara kumulatif ekonomi Indonesia sepanjang tahun 2025 tumbuh sebesar 5,11%, ujar Kepala Badan Pusat Statistik Amalia Adininggar Widyasanti, dalam konferensi pers BPS, Kamis (5/2/2026).
Namun, prediksi Menkeu Purbaya untuk triwulan IV 2025 hampir mendekati hasil pertumbuhan ekonomi triwulan IV 2025 yang disampaikan BPS.
BPS mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan IV 2025 mencapai 5,39% secara year on year atau tahunan. Sementara, sebelumnya Purbaya memprediksi di angka 5,4%, artinya hanya selisih 1 persen.
Amalia menjelaskan pertumbuhan ekonomi triwulan IV 2025 mengacu pada ekonomi Indonesia berdasarkan besaran produk domestik bruto pada triwulan IV 2025 atas dasar harga berlaku adalah sebesar Rp 6.147,2 triliun, atas dasar harga konstan Rp 3.474,5 triliun.
Sehingga pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal IV 2025 bila dibandingkan kuartal IV 2024 atau secara year on yearmengalami pertumbuhan sebesar 5,39%, jelas Amalia.
Pertumbuhan ekonomi Menurut Lapangan Usaha
BPS mencatat dari sisi lapangan usaha pada triwulan IV 2025 secara year on year seluruh lapangan usaha tumbuh positif kecuali lapangan usaha pertambangan.
Lapangan usaha utama yang memberikan kontribusi bsar terhadap PDB yaitu industri pengolahan, perdagangan, pertanian, konstruksi, dan pertambangan.
Di mana total share kelima usaha ini mencakup sebesar 63,09% PDB, pungkasnya.
/2025/04/14/1991479611.jpg)
/2023/09/15/1558146208.jpg)
/2023/03/14/1404358099.jpg)
/2026/01/04/283031676.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5493746/original/072515700_1770265850-Kepala_Badan_Pusat_Statistik_Amalia_Adininggar_WIdyasanti.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3285859/original/062073000_1604404965-20201103-pembebasan-tarif-bea-masuk-permudah-umkm-ekspor-produk-ke-AS-ANGGA-1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4732115/original/070853200_1706779283-fotor-ai-20240201161614.jpg)






:strip_icc()/kly-media-production/medias/4282584/original/016584500_1672910854-Imbas_potensi_perlambatan_ekonomi_nilai_rupiah_melemah_terhadap_dollar-ANGGA_4.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2832426/original/059440700_1560940276-20190619-Rupiah-Menguat-di-Level-Rp14.264-per-Dolar-AS1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4415626/original/066722200_1683210359-Ilustrasi_Insurance2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5518751/original/003592100_1772517691-WhatsApp_Image_2026-03-03_at_09.08.36.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3532289/original/028365400_1628161488-20210805-Harga-emas-alami-penurunan-ANGGA-4.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1369939/original/076856100_1476098426-20161010-Harga-emas-stagnan-di-posisi-Rp-599-Jakarta-AY2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5425362/original/007919200_1764223394-1000162799.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2821498/original/088849100_1559457238-20190602-Sosoro-Merak-1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5482123/original/088045400_1769161319-young-asian-man-using-mobile-phone-playing-video-games-television-living-room-male-feeling-happy-using-relax-time-lying-sofa-home-men-play-games-relax-home.jpg)