Jakarta – Pembatasan komisi aplikator ojek online (ojol) maksimal 8 persen belum otomatis meningkatkan penghasilan pengemudi. Sejumlah driver masih harus bekerja lebih lama untuk mendapatkan pendapatan yang cukup, setelah dikurangi biaya operasional.
Ester (45), pengemudi ojol perempuan, mengaku terkadang baru tiba di rumah pukul 23.00 WIB demi memperoleh pendapatan bersih minimal Rp 100 ribu sehari.
BACA JUGA:Perpres Ojol Diumumkan, Gojek Siap Patuhi Aturan dan Perkuat Kolaborasi dengan Pemerintah
BACA JUGA:Perpres Ojol Terbit, Gojek Ungkap Skema Komisi 8% hingga Nasib Layanan Antar
BACA JUGA:5 Penyebab Saldo Terpotong Diam-diam Setiap Kali Transfer Antar Bank
BACA JUGA:Gojek Putus Mitra Driver yang Maki dan Turunkan Penumpang di Tebet
BACA JUGA:Top 3 Tekno: Penjelasan GoPay soal Gangguan Layanan Jadi Sorotan
“Saat ini bagi saya sebagai ojol sebetulnya lebih kecil ya pendapatan kita, karena untuk tarif jarak jauh pun enggak memadai dengan waktu dan tenaga yang kita keluarkan,” kata Ester saat ditemui Kamis (8/10/2026).
Dia mencontohkan pesanan sejauh 3–4 kilometer yang terkadang hanya dibayar Rp 6.500, padahal menurut perhitungannya tarif yang sepadan sekitar Rp 10 ribu.
Selain tarif, Ester harus menanggung biaya sewa motor, bensin, dan perawatan kendaraan.
“Minimal ditingkatkan lagi lah untuk kita supaya sepadan, karena kadang bagi kita itu enggak wajar, tapi kan mau enggak mau kita harus terus jalanin karena kita makan dari sini,” tuturnya.
Keluhan tersebut menjadi gambaran tantangan yang dihadapi pengemudi di tengah upaya pemerintah memperkuat perlindungan melalui Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 27 Tahun 2026.
/2025/12/08/659294977.jpg)
/2024/10/07/708676760.jpg)
/2025/02/10/462114211.jpg)
/2023/10/01/342276568.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5520901/original/031279000_1772664806-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360181/original/077137200_1790594186-email-attachment_2026_09_28_ariefhakim-at-klyid_kemenkop-klaim-85-persen-manajer-kopdes-setuju-penempatan-di-daerah_1000456402.jpg)
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-gray-landscape-new.png,1180,20,0)/kly-media-production/medias/1043410/original/011837300_1446625161-20151104-OJK-Jakarta-Angga-Yuniar.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9311632/original/008964700_1785413345-gi6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9369509/original/076132300_1791526666-IMG_2653.jpeg)




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9309012/original/011632200_1785214700-Gemini_Generated_Image_5o6uim5o6uim5o6u.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3188320/original/078196100_1595493634-20200723-Usai-Cetak-Rekor_-Harga-Emas-Antam-Kembali-Turun-IQBAL-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3172730/original/061289100_1594117388-20200707-Harga-Emas-Pegadaian-Naik-Rp-4.000-5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3975039/original/078300400_1648205647-20220325-Harga-emas-pegadaian-naik-ANGGA-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5119144/original/046555200_1738566795-XRP_illustration.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4740419/original/047203600_1707701768-fotor-ai-202402128350.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4740421/original/097240200_1707701801-fotor-ai-202402128340.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4381430/original/007733200_1680504270-traxer-EBKPxro0A9c-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-gray-landscape-new.png,1180,20,0)/kly-media-production/medias/1937644/original/001119200_1519626925-1.jpg)