Jakarta – Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional (International Monetary Fund/IMF), Kristalina Georgieva, memperingatkan sejumlah faktor yang memengaruhi pertumbuhan ekonomi dunia, mulai dari guncangan negatif pasokan energi hingga lonjakan permintaan akibat perkembangan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).
Mengutip Anadolu Agency, Rabu (7/10/2026), Georgieva mengungkapkan bahwa ekonomi global saat ini harus menavigasi tiga arus besar, yakni perkembangan pesat AI, tingginya harga energi, dan pembengkakan utang publik.
BACA JUGA:Laporan IMF Ungkap Dampak Buruk Persaingan Pajak Global
BACA JUGA:IMF Kucurkan Rp 2,47 Triliun ke El Salvador Usai Abaikan Kriteria Bitcoin
Pernyataan tersebut disampaikan Georgieva dalam pidatonya di Singapura menjelang Pertemuan Tahunan IMF dan Bank Dunia di Bangkok, Thailand. Ia menegaskan bahwa ketiga faktor tersebut menjadi tantangan utama yang wajib diantisipasi oleh para pembuat kebijakan ekonomi dunia.
Salah satu tekanan terbesar berasal dari tingginya harga energi. Saat ini, harga minyak dunia masih bertahan di kisaran US$ 100 atau sekitar Rp 1.788.000 (dengan asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah sebesar Rp 17.880) per barel. Sementara itu, pasokan gas alam dari kawasan Teluk terganggu akibat tingginya ancaman terhadap jalur pengiriman melalui Selat Hormuz.
Kondisi ini berpotensi menjaga tekanan inflasi tetap tinggi. Harga energi yang mahal juga berisiko meningkatkan biaya pembiayaan (cost of funds) seiring terdorong naiknya suku bunga dan imbal hasil (yield) obligasi pemerintah.
Di saat yang sama, lonjakan utang publik global tak luput dari sorotan IMF. Georgieva memperkirakan rasio utang publik dunia terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) akan segera melampaui angka 100%. Angka ini menjadi rekor tertinggi sejak berakhirnya Perang Dunia II.
Kelompok negara maju tercatat memikul beban utang paling besar jika dibandingkan dengan negara berkembang maupun negara berpendapatan rendah.
/2023/10/01/342276568.jpg)
/2024/01/17/2061950103.jpg)
/2026/05/21/1931422383.jpg)
/2020/02/14/1217679269.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4198499/original/020701300_1666278335-Foto_2_Aplikasi_Flip.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3284618/original/004329100_1604313218-20201102-Hari-ini-Rupiah-Ditutup-melemah-atas-dolar-ANGGA-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5540888/original/091837400_1774840995-5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9367392/original/003241700_1791346437-BRI_Prioritas.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9367129/original/086153000_1791299651-shinta_apindo.jpeg)




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9349515/original/027309100_1789531590-Gemini_Generated_Image_eq0tzleq0tzleq0t.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3192692/original/073777800_1595929324-20200728-Harga-Emas-Tembus-Rp-1-Juta-per-Gram-7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3352147/original/086289000_1610959706-20210118-Emas-Antam-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5219629/original/039640900_1747221144-20250514-Harga_Emas-ANG_1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5028259/original/049109300_1732871661-fotor-ai-2024112916147.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9306954/original/097594000_1784943789-ChatGPT_Image_Jul_16__2026__07_22_35_AM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816485/original/067351800_1714383642-fotor-ai-20240429133817.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4876282/original/004384100_1719462261-fotor-ai-2024062711133.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3913280/original/009736000_1643034734-24_januari_2022-4.jpg)