Jakarta – Peraih Nobel Ekonomi 2024 James A. Robinson menilai Indonesia membutuhkan institusi ekonomi yang inklusif untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi 8% per tahun. Institusi tersebut harus mampu membuka kesempatan usaha, mendorong investasi, dan memperluas mobilitas sosial agar potensi masyarakat dapat menjadi sumber pertumbuhan ekonomi.
Robinson menegaskan, pertumbuhan ekonomi 8% tidak terjadi secara otomatis meskipun sejumlah negara Asia Timur berhasil mencapainya selama beberapa dekade. Ia mencontohkan Korea Selatan yang mencatat pertumbuhan rata-rata di atas 8% pada 1960-an hingga 1980-an melalui transformasi institusi dan penguatan sektor swasta.
BACA JUGA:IMF Prediksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Jadi 5,1%
BACA JUGA:Pertumbuhan Ekonomi Singapura Melambat dari Level Tertinggi 4 Tahun
BACA JUGA:IMF Prediksi Ekonomi Global Tumbuh 3,1%, Biaya Energi Jadi Tantangan
Faktor utama di balik pertumbuhan ekonomi yang cepat adalah institusi yang menciptakan insentif dan kesempatan bagi masyarakat untuk berwirausaha, berinvestasi, dan melakukan transformasi ekonomi,” ujar Robinson dalam Prasasti Indonesia Policy Forum 2026 di Jakarta, Selasa, 13 Oktober 2026, dikutip Rabu, (14/10/2026).
Menurut Robinson, institusi ekonomi inklusif memungkinkan masyarakat mengembangkan usaha dan memanfaatkan peluang ekonomi secara luas. Sebaliknya, institusi ekstraktif membatasi kesempatan masyarakat melalui monopoli, hambatan masuk bagi pelaku usaha baru, dan praktik pencarian rente.
Ia mencontohkan Korea Selatan yang bertransformasi dari perekonomian dengan praktik kapitalisme politik pada 1950-an menjadi negara industri dengan sektor swasta yang dinamis. Pemerintah Korea Selatan kemudian memperkuat koordinasi dengan dunia usaha melalui rapat promosi ekspor rutin pada masa Presiden Park Chung-hee.
Dalam rapat tersebut, pemerintah dan pelaku usaha membahas hambatan produksi, peluang pasar, serta strategi peningkatan ekspor. Korea Selatan juga menetapkan target ekspor yang terukur untuk mendorong perusahaan meningkatkan kinerja dan mempercepat transformasi ekonomi.
/2025/04/15/1380802889.jpg)
/2024/10/24/1148559830.jpg)
/2026/04/18/1486686292.jpg)
/2023/12/17/1380818961.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5226495/original/092743600_1747738269-image__30_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4723188/original/034031500_1705921925-fotor-ai-20240122181144.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5002630/original/007588900_1731407780-22.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372680/original/084137500_1791886721-WhatsApp_Image_2026-10-12_at_16.01.18.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3172730/original/061289100_1594117388-20200707-Harga-Emas-Pegadaian-Naik-Rp-4.000-5.jpg)




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372662/original/075629000_1791886198-WhatsApp_Image_2026-10-13_at_17.04.11__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372866/original/085182200_1791898517-email-attachment_2026_10_13_ardiansyah-putra_bukan-cuma-batu-bara-kai-angkut-296-ribu-ton-semen-dan-bbm-di-lampung_1001758121.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372599/original/079090800_1791884421-email-attachment_2026_10_13_ariefhakim-at-klyid_wamenkeu-klaim-coretax-bikin-basis-pajak-naik-2-juta_1000471513.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2269517/original/068433600_1530766531-Warga-Uruguay2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9368403/original/086776600_1791433026-email-attachment_2026_10_08_ariefhakim-at-klyid_menkeu-suahasil-fiskal-dan-danantara-saudara-kembar_1000466330.jpg)