Jakarta – Himpunan Pengembang Permukiman dan Perumahan Rakyat (Himperra) mengusulkan perluasan batas harga rumah subsidi hingga Rp 500 juta dengan bunga Kredit Pemilikan Rumah (KPR) sebesar 6 persen hingga 8 persen. Langkah ini diharapkan dapat memperluas pilihan hunian bagi masyarakat.
Ketua Umum Himperra Ari Tri Priyono menilai pemerintah perlu menyesuaikan kebijakan perumahan dengan daya beli masyarakat dan kebutuhan pasar yang terus berkembang.
BACA JUGA:Gen Z Pilih Bahagia Hari Ini, Beli Rumah Nanti Dulu
BACA JUGA:Cara Menanam Pare dari Biji di Rumah, Panduan Lengkap hingga Panen Berbuah Lebat
Penjualan rumah subsidi terus terang tahun ini anjlok cukup dalam karena daya beli Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) yang melemah. Demand-nya yang bikin pusing, karena itu perlu keberpihakan pemerintah yang lebih lagi, ujar Ari, dikutip Senin (12/10/2026).
Usulan batas harga rumah subsidi hingga Rp 500 juta dengan bunga KPR sekitar 6 persen hingga 8 persen tersebut lebih tinggi dibandingkan bunga tetap Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) untuk rumah tapak yang saat ini sebesar 5 persen. Perluasan ini diharapkan memberi ruang bagi pengembang untuk menyediakan hunian dengan kualitas, desain, dan lokasi yang lebih sesuai kebutuhan masyarakat.
Himperra juga mendorong evaluasi skema bunga KPR subsidi, termasuk opsi bunga tetap selama 10 tahun pertama pada skema tertentu. Ari menilai pemerintah perlu mengevaluasi pola pelunasan kredit dan kondisi ekonomi debitur agar pemanfaatan dana subsidi lebih efektif tanpa mengurangi keterjangkauan bagi MBR.
/2022/08/03/1972868173.jpg)
/2025/11/26/1477201872.jpg)
/2025/10/27/64741537.jpg)
/2016/07/12/223925999.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3621975/original/095693800_1635943048-20211103-Peningkatan_Mobilitas_Masyarakat_di_Jakarta-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3352147/original/086289000_1610959706-20210118-Emas-Antam-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4876285/original/011593500_1719462277-fotor-ai-2024062711138.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3192687/original/099233200_1595929321-20200728-Harga-Emas-Tembus-Rp-1-Juta-per-Gram-2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/966239/original/043979200_1440492322-20150825--Keselamatan-Tenaga-Kerja-Jakarta-01.jpg)




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9309012/original/011632200_1785214700-Gemini_Generated_Image_5o6uim5o6uim5o6u.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3975039/original/078300400_1648205647-20220325-Harga-emas-pegadaian-naik-ANGGA-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5133405/original/8100_1739534500-DALL__E_2025-02-14_19.00.12_-_A_digital_illustration_featuring_various_cryptocurrency_coins__including_Bitcoin__BTC___Ethereum__ETH___Binance_Coin__BNB___Solana__SOL___and_meme_coi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9313338/original/051092900_1785634551-ChatGPT_Image_Aug_2__2026__08_35_29_AM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4740421/original/097240200_1707701801-fotor-ai-202402128340.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4838233/original/057874200_1716263381-AP24141612292346.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4876282/original/004384100_1719462261-fotor-ai-2024062711133.jpg)