Jakarta – Gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) masih membayangi dunia usaha nasional di tengah pelemahan nilai tukar rupiah dan melonjaknya biaya impor akibat kenaikan harga minyak dunia. Kondisi tersebut dinilai semakin menekan perusahaan yang bergantung pada bahan baku dan barang modal dari luar negeri.
Pengamat Ekonomi, Mata Uang dan Komoditas Ibrahim Assuaibi mengatakan pelemahan rupiah yang kini berada di kisaran Rp 17.794 per dolar AS telah menambah beban biaya produksi sejumlah sektor industri.
BACA JUGA:Rupiah Tembus Rp 17.800, Purbaya Pede Tetap Terkendali
BACA JUGA:Rupiah Hari Ini Diprediksi Melemah ke Rp 17.850 per Dolar AS
BACA JUGA:Kurs Rupiah Ditutup Loyo Jelang Libur Idul Adha
Di saat yang sama, harga minyak mentah dunia yang terus meningkat juga mendorong kenaikan biaya operasional perusahaan. Menurutnya, kombinasi kedua faktor tersebut mulai berdampak pada aktivitas usaha dan penyerapan tenaga kerja di dalam negeri.
Kita lihat bahwa dampak dari kenaikan harga minyak ini pun juga sudah berdampak terhadap PHK massal ya di Indonesia, kata Ibrahim kepada www.wmhg.org, Rabu (27/5/2026).
Ibrahim mengungkapkan jumlah pekerja yang terkena PHK sepanjang Januari hingga Mei 2026 telah mencapai 15.425 orang. Angka tersebut menunjukkan peningkatan dibandingkan periode sebelumnya dan berpotensi terus bertambah apabila tekanan ekonomi belum mereda.
Nah, kita melihat bahwa PHK massal dari bulan Januari ya sampai di bulan Mei ini pun juga meningkat cukup tajam di 15.425 orang itu yang kena PHK yang kemungkinan besar dalam bulan-bulan berikutnya pun juga akan mengalami kenaikan, ujarnya.




:strip_icc()/kly-media-production/medias/5385925/original/080516200_1760949010-8__1_.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/6484358/original/030209800_1779343577-1000324698.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/7031809/original/057648900_1779806408-Beasiswa_pendidikan_bagi_anak_korban_bencana_Sumatera-26_Mei_2026c.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/7018958/original/087133400_1779792505-IMG-20260526-WA0033.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/6607640/original/038035400_1779442204-publikasi_1779419760_6a0fca70e1047.jpeg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/3337095/original/079976700_1609328703-20201230-Rupiah-Ditutup-Menguat-4.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/7006208/original/082238100_1779777748-WhatsApp_Image_2026-05-26_at_13.15.46__1_.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3291093/original/097460500_1604903000-20201109-Donald-Trump-Kalah-Pilpres-AS_-Rupiah-Menguat-7.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5308548/original/014608000_1754547877-Gemini_Generated_Image_5zzcn95zzcn95zzc.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5552762/original/095126100_1775826104-Menaker_Ajukan_Tambahan_150_Ribu_Kuota_Magang_Nasional_2026_-_2.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5493433/original/072755900_1770214249-1000225263.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3528262/original/070069900_1627890127-Mukesh.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5509317/original/022094500_1771679285-CIO_Danatara_Pandu_Sjahrir_2.jpg)