Jakarta – Kementerian Keuangan melaporkan realisasi penerimaan pajak pada Januari 2026 sebesar Rp 116,2 triliun. Penerimaan pajak tersebut tumbuh 30,7% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya dan setara 4,9% dari target penerimaan dalam APBN 2026.
Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengatakan, lonjakan penerimaan pada awal tahun terutama ditopang oleh kinerja Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) yang meningkat tajam.
BACA JUGA:Pajak Hotel di Jakarta Hanya Berlaku untuk Akomodasi Komersial, Ini Penjelasannya
BACA JUGA:Viral Seruan Setop Bayar Pajak, Begini Faktanya di Jepara
BACA JUGA:Perjanjian Dagang AS: Indonesia Tak Dapat Tarik Pajak Google hingga Netflix Cs
BACA JUGA:Harta PPS Adalah: Ini Panduan Lengkap Mengenai Definisi, Jenis, dan Kewajiban Pelaporannya
Penerimaan neto PPN dan PPnBM tercatat Rp 45,3 triliun atau naik 83,9% secara tahunan. Capaian ini mencerminkan konsumsi domestik yang tetap solid di awal tahun. Ia juga menyampaikan, perbaikan dalam pengelolaan restitusi pajak turut mendukung kenaikan penerimaan neto, seiring penurunan nilai restitusi sebesar 23,0%.
Restitusi dilakukan manejemen oleh teman-teman di Direktorat Jenderal Pajak dilakukan dengan prinsip kehati-hatian dan tata kelola yang tentu dijaga baik, ujarnya dalam Konferensi Pers APBN KiTa, Senin (23/2/2026).
Dari komponen pajak lainnya, Pajak Penghasilan (PPh) Badan membukukan penerimaan Rp 5,7 triliun atau tumbuh 37,0%. Di sisi lain, PPh Orang Pribadi dan PPh Pasal 21 terealisasi Rp 13,1 triliun, masih mengalami kontraksi 20,4% dibandingkan tahun lalu.
Sementara itu, PPh Final, PPh 22, dan PPh 26 mencatatkan realisasi Rp 26,0 triliun atau turun 11,0% secara tahunan. Adapun kelompok pajak lainnya mencapai Rp 16,1 triliun dengan lonjakan signifikan sebesar 685,8%.
Penurunan pada PPh Orang Pribadi dan PPh Pasal 21 disebut dipengaruhi faktor administratif. Masih terdapat setoran berbentuk deposit senilai Rp6,1 triliun yang belum dipindahbukukan.
Jika deposit tersebut telah dipindahbukukan, pertumbuhan PPh Orang Pribadi dan PPh Pasal 21 diperkirakan bisa mencapai 16,5%. Selain itu, terdapat pula deposit pajak lain sebesar Rp 15,4 triliun yang masih tercatat di pos pajak lainnya dan belum dipindahbukukan.
/2025/07/29/1849039643.jpg)
/2021/11/18/1612827877.jpg)
/2023/07/27/1172885582.jpg)
/2024/10/03/816049894.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5510318/original/082211400_1771824708-One_Raffles.jpg)






:strip_icc()/kly-media-production/medias/3354469/original/046829100_1611133736-20210120-PERTUMBUHAN-UANG-BEREDAR-2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4803210/original/041541900_1713259102-20240416-Pelemahan_Mata_Uang_Rupiah-MER_1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3211514/original/040779700_1597690121-Foto_Bank_Mandiri.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4132711/original/011923100_1661233218-Penukaran-Uang-Baru-Faizal-1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3172732/original/048313800_1594117392-20200707-Harga-Emas-Pegadaian-Naik-Rp-4.000-7.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/976572/original/043059500_1441279137-harga-emas-4.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5488493/original/037865300_1769753942-Untitled.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1223093/original/001717500_1462280591-20160503-Pasar--Inflasi-Masih-Terkendali-Hingga-Juni-Jakarta-Angga-Yuniar-01.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4261962/original/044473000_1671083484-harga_telur_ayam_di_tingkat_peternak_mencapai_29_ribu-ARBAS_6.jpg)