Jakarta – Pemerintah memutuskan untuk menaikan harga acuan pembelian (HAP) daging sapi hidup di tingkat produsen, dan harga eceran tertinggi (HET) daging kerbau di tingkat konsumen.
Keputusan ini ditetapkan pada rapat koordinasi terbatas (Rakortas) yang digelar Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan bersama dengan Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman, Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso, dan Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta, Rabu (22/4/2026).
BACA JUGA:Sebut Kripto Bukan Eksperimental Lagi, ABI Buka Layanan Pengaduan Perlindungan Konsumen
BACA JUGA:Geopolitik dan Kurs AS Tekan Industri Wine Argentina, 1.000 Kebun Anggur Tutup
BACA JUGA:Ekosistem Bisnis Jadi Kunci Pertumbuhan Retail di Era Digital
Menko Pangan Zulkifli Hasan mengatakan, penyesuaian harga ini dilakukan lantaran konflik geopolitik di Timur Tengah turut berdampak terhadap ongkos transportasi.
Oleh karena itu juga beberapa pangan impor itu melakukan penyesuaian. Misalnya sapi, sapi hidup, tapi masih dalam batas harga eceran tertinggi, ujar pria yang akrab disapa Zulhas tersebut.
Untuk itu, pemerintah turut mendongkrak HAP daging sapi hidup sebesar Rp 1.000, dari sebelumnya Rp 58 ribu per kg menjadi Rp 59 ribu per kg. Namun, kenaikan ini tidak berpengaruh terhadap harga eceran tertinggi (HET) daging sapi di pasaran.
Nah yang lainnya tetap masih dalam koridor harga eceran tertinggi. Misalnya harga di pasar harga sapi itu kan antara Rp 130 (ribu per kg), maksimal Rp 140 (ribu per kg). Masih dalam kisaran HET. Jadi itu masih tidak ada perubahan apapun, jelasnya.
Di sisi lain, pemerintah memutuskan untuk menaikan HET daging kerbau di tingkat konsumen, dari sebelumnya berada pada kisaran Rp 80 ribu per kg menjadi Rp 90 ribu per kg.
Zulhas mengatakan, kenaikan harga ini didorong oleh tren peralihan konsumen dari daging sapi menuju kerbau.
Karena kalau daging ini agak naik biasanya orang pindah yang murah. Sehingga permintaan daging kerbau itu meningkatnya luar biasa, ungkapnya. Nah ini dari harga edaran tertinggi Rp 80 ribuan berubah menjadi harga eceran tertinggi, jadi Rp 90 ribuan, tuturnya.


/2025/10/06/1838782639.jpg)
/2025/10/22/1390853416.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5562645/original/032091900_1776835694-1000296203.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5204223/original/097954100_1745994907-IMG-20250430-WA0006.jpg)
/2025/03/10/810046101.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/976570/original/042706700_1441279137-harga-emas-2.jpg)
/2025/04/21/1136190158.jpg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/5563080/original/090654600_1776846991-1000296431.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3354469/original/046829100_1611133736-20210120-PERTUMBUHAN-UANG-BEREDAR-2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4924083/original/020178500_1724226549-Screenshot_20240821_140319_Samsung_Notes.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2053635/original/071518800_1522820303-20180404-BI-MER-AB2a.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4448954/original/060147200_1685534946-20230531-Jadwal-KRL-Commuterline-Tallo-4.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5562097/original/092106500_1776779128-Menteri_Keuangan_Purbaya_Yudhi_Sadewa-21_April_2026b.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1400474/original/063702300_1478686860-20161109--Donald-Trump-Unggul-Rupiah-Terpuruk-Jakarta-Angga-Yuniar-04.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4412749/original/008778900_1683024969-20230502-Polemik-Impor-KRL-Bekas-Tallo-2.jpg)