Jakarta – Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi mengungkapkan, pemberian insentif di bidang tekstil masih sangat terbuka. Pihak pemerintah masih mencoba untuk mengkaji wacana ini.
Ya nanti kita coba lihat bila mana memang diperlukan (insentif di bidang tekstil),” ungkapnya kepada wartawan, Senin (19/1/2026).
Baginya, pemerintah memang seharusnya memberikan perhatian lebih bagi industri garmen dan tekstil. Bahkan, industri lainnya seperti sepatu tidak boleh luput dari mata pemerintah.
Karena bagaimanapun garmen, tekstil, industri-industri sepatu, dan seterusnya yang ini industri padat karya yang harus membutuhkan perhatian lebih juga dari pemerintah, ujar dia.
Pekan lalu, Pemerintah mengalokasikan anggaran sekitar USD 6 miliar atau sekitar Rp 101 triliun (kurs 16.871 per dolar AS). Hal ini guna mendukung modernisasi teknologi di industri tekstil dalam negeri.
Kebijakan ini ditujukan untuk menjaga keberlanjutan sektor padat karya yang menjadi sumber penghidupan jutaan pekerja, sekaligus memperkuat daya saing industri nasional di tengah ketatnya kompetisi global.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan, kebijakan tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Prabowo Subianto yang disampaikan dalam pertemuan di Hambalang. Pemerintah berkomitmen memastikan industri berbasis padat karya tetap menjadi pondasi utama perekonomian Indonesia.
Dan kemarin di Hambalang pada hari Minggu Bapak Presiden Prabowo menyiapkan untuk mempertahankan yang labor intensive base, pemerintah akan menyiapkan dana sekitar 6 billion itu untuk menjaga agar teknologinya tetap bersaing dan investment-nya tetap berjalan terutama produk textile,” ujar Airlangga dalam acara Kadin, Selasa (13/1/2026).
Airlangga menjelaskan, sektor tekstil memiliki posisi penting karena saat ini mampu menyerap sekitar 5 juta tenaga kerja. Jumlah tersebut dinilai masih dapat bertambah seiring peningkatan adopsi teknologi serta terjaganya iklim investasi yang sehat.
Karena itu mempekerjakan 5 juta tenaga kerja yang tetap punya potensi naik sampai 7 juta tenaga kerja,” katanya.
/2025/09/17/1992289456.jpg)
/2025/10/16/1002072152.jpg)
/2025/05/05/294792947.jpg)
/2025/10/03/437355831.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5472368/original/045596100_1768364075-Menteri_Keuangan_Purbaya_Yudhi_Sadewa-14_Januari_2026b.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5383000/original/098357600_1760612392-4.jpg)






:strip_icc()/kly-media-production/medias/4347729/original/082024200_1678087558-20230306-Ekonomi-China-AP-6.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5353800/original/092561100_1758181754-AP25260701556257.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5476381/original/049737700_1768738297-KAI_batalkan_sejumlah_perjalanan_kereta_penumpang_dan_barang_imbas_banjir-2.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5418026/original/021867400_1763561355-mobil_listrik.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4804767/original/068099800_1713407839-penumpang_di_bandara.jpg)