Jakarta – Penyediaan jalur khusus truk logistik melalui manajemen waktu saat libur Lebaran dan Natal-Tahun Baru (Nataru) di Indonesia sangat penting dilakukan ketimbang pembatasan truk logistik yang jelas-jelas merugikan perekonomian nasional. Hal itu bertujuan untuk menyeimbangkan kepentingan mobilitas masyarakat dan kelancaran rantai pasok barang.
Seperti diketahui, pemerintah sering menerapkan pembatasan truk besar atau sumbu 3 ke atas pada setiap hari-hari besar keagamaan seperti Lebaran dan Nataru. Sementara, kebutuhan akan alur distribusi harus tetap berjalan karena sangat krusial untuk mencegah lonjakan harga dan kelangkaan barang.
BACA JUGA:3,6 Juta Kendaraan Diproyeksi Tinggalkan Jabodetabek via Tol di Mudik Lebaran 2026
BACA JUGA:10 Model Baju Hanbok Muslim untuk Lebaran 2026, Inspirasi Gaya Unik
BACA JUGA:10 Model Gamis Keluarga untuk Lebaran 2026, Simpel dan Elegan
Direktur Eksekutif Institut for Development of Economics and Finance (Indef) Tauhid Ahmad mengatakan pembatasan terhadap angkutan barang itu seringkali merugikan, terutama bagi industri yang membutuhkan pengiriman rutin.
Jadi, agar para pemudik juga tidak terganggu dan logistik juga tetap jalan, dia mengusulkan untuk dibuat saja kombinasi atau rute alternatif dengan menerapkan manajemen waktu, dan tidak dengan cara membatasi operasional truk logistik.
“Jadi, menurut saya, pemerintah perlu melakukan pemetaan terhadap jalur-jalur mana yang boleh dilewati truk logistik, katakanlah yang secara volume kepadatannya memang tidak padat. Nah, jalur itu mungkin bisa digunakan untuk jalur logistik,” ujarnya.
Selain itu, kata Tauhid, alternatif lainnya yang bisa dilakukan pemerintah adalah misalnya dengan mengatur jam-jam tertentu bagi truk-truk logistik itu untuk bisa beroperasi.
“Jadi jalur jalan itu diatur. Misalnya dikasih waktu, semua bergerak hanya 3-4 jam pada malam hari di mana saat load-nya sudah berkurang. Lihat traffic-nya juga dan dan tidak semua titik diberlakukan pembatasan,” katanya.
/2025/09/12/1537496279.jpg)
/2025/11/27/175802667.jpg)
/2023/04/12/1270691180.jpg)
/2025/12/12/701098146.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5468846/original/049612700_1768023855-1000202539.jpg)
/2024/01/03/663488771.jpg)
/2025/10/07/2002674624.jpg)
/2024/02/12/986177710.jpg)
/2025/10/13/652970826.jpg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/5496584/original/000268300_1770551655-BCA_Expoversary_2026_di_ICE_BSD__Tangerang__Banten-2.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3532284/original/011004900_1628161432-20210805-Harga-emas-alami-penurunan-ANGGA-3.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4013697/original/070218700_1651632437-000_329D9UW.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5497650/original/041869000_1770645002-WhatsApp_Image_2026-02-09_at_20.10.28.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4723189/original/060727400_1705921940-fotor-ai-20240122181141.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4013695/original/083702900_1651632388-000_329D9V2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5186928/original/035658900_1744629096-20250414-Harga_Emas_Batangan-AFP_1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4349647/original/096522800_1678186856-20230307-Harga-Cabai-Ramadan-Angga-2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4881567/original/061423100_1719967228-fotor-ai-2024070373734.jpg)