Jakarta – Ketimpangan ekonomi antara kawasan perkotaan dan perdesaan di Indonesia masih menyisakan jarak yang cukup lebar. Tak hanya berbeda dari sisi nominal rupiah yang dibelanjakan, pola dan struktur konsumsi harian masyarakat di kedua wilayah ini juga menunjukkan dua realitas ekonomi yang sangat bertolak belakang.
Berdasarkan publikasi Badan Pusat Statistik (BPS) bertajuk \’Pengeluaran untuk Konsumsi Penduduk Indonesia Maret 2026\’, rata-rata total pengeluaran per kapita sebulan penduduk yang tinggal di perkotaan mencapai Rp 1,90 juta. Angka ini lebih tinggi dibandingkan rata-rata pengeluaran penduduk perdesaan yang tercatat sebesar Rp 1,28 juta per bulan.
BACA JUGA:Selain Makanan, Biaya Hunian Kuras Pendapatan Warga RI
BACA JUGA:BPS Ungkap Kelompok Termiskin Habiskan 64% Anggaran Buat Makan
Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan penduduk daerah perkotaan adalah sebesar Rp 1.902.997, sedangkan untuk penduduk daerah perdesaan sebesar Rp 1.287.359, tulis BPS dalam publikasinya, dikutip Minggu (11/10/2026).
Perbedaan mendasar lainnya terletak pada struktur alokasi anggaran rumah tangga. Masyarakat perkotaan kini telah menggeser porsi terbesar belanjanya untuk kelompok bukan makanan, seperti perumahan, barang/jasa, transportasi, serta pendidikan dan kesehatan.
Di daerah perkotaan, porsi pengeluaran bukan makanan mendominasi hingga 53,61% (Rp 1.020.147), sementara alokasi untuk makanan mengambil porsi 46,39% atau Rp 882.850. Kondisi sebaliknya terjadi di perdesaan, di mana mayoritas penghasilan warga masih tersedot untuk memenuhi kebutuhan perut sehari-hari atau kebutuhan makanan.
Di daerah perdesaan, pangsa pengeluaran untuk makanan masih mendominasi dengan persentase sebesar 57,39% dari total pengeluaran, sedangkan untuk kelompok bukan makanan hanya sebesar 42,61%, jelas BPS dalam laporan tersebut.
Nilai nominal belanja bukan makanan penduduk desa rata-rata hanya Rp 548.514 per kapita sebulan, atau kurang dari separuh alokasi belanja bukan makanan penduduk kota.
/2025/02/17/71934753.jpg)
/2026/06/04/605781479.jpg)
/2026/01/06/861433562.jpg)
/2024/12/09/820861297.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5509268/original/035698400_1771672433-CEO_Danantara__Rosan_Roeslani-21_Februari_2026a.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3617288/original/052829700_1635503921-20211029-Neraca-perdagangan-RI-alamai-surplus-ANGGA-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372866/original/085182200_1791898517-email-attachment_2026_10_13_ardiansyah-putra_bukan-cuma-batu-bara-kai-angkut-296-ribu-ton-semen-dan-bbm-di-lampung_1001758121.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3913279/original/044672700_1643034569-24_januari_2022-3.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4875742/original/093303000_1719401842-20240626-Rupiah_Melemah-ANG_5.jpg)




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3532280/original/085965300_1628161371-20210805-Harga-emas-alami-penurunan-ANGGA-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4881568/original/087545300_1719967244-fotor-ai-2024070373816.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3324618/original/083189900_1608026626-20201215-Harga-emas-terus-turun-ANGGA-3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3458468/original/004833700_1621321944-20210518-Harga-Emas-Antam-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4527216/original/053880700_1691248902-Kripto_9.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5028255/original/089063500_1732871319-fotor-ai-2024112916722.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2050779/original/091139900_1522730510-20180403-Bitcoin-AFP1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9313336/original/086824700_1785634470-ChatGPT_Image_Aug_2__2026__08_33_41_AM.jpg)