Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memproyeksikan industri dana pensiun akan menghadapi sejumlah tantangan signifikan pada 2026. Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun (KE PPDP) Ogi Prastomiyono, mengungkapkan bahwa dinamika pasar keuangan global menjadi salah satu faktor utama yang berpotensi memengaruhi kinerja investasi dana pensiun.
Perubahan arah suku bunga global diperkirakan menekan imbal hasil investasi. Kondisi ini membuat pengelola dana pensiun perlu lebih berhati-hati dalam menyusun strategi investasi agar tetap mampu memenuhi kewajiban jangka panjang kepada peserta.
BACA JUGA:Purbaya Kembali Guyur Bank Rp 100 Triliun, Bos OJK Tak Masalah Buat Beli SBN
BACA JUGA:OJK Belum Terima Daftar Nama Calon Bos BEI
Industri dana pensiun pada 2026 diperkirakan akan menghadapi beberapa tantangan, antara lain dinamika pasar keuangan global yang berpotensi memengaruhi kinerja investasi, termasuk kemungkinan penurunan imbal hasil seiring perubahan arah suku bunga, kata Ogi dikutip dari jawaban tertulisnya, Selasa (24/3/2026).
Selain faktor eksternal, industri ini juga menghadapi tantangan internal seperti penguatan tata kelola dan manajemen risiko. Di sisi lain, keterbatasan kapasitas pendanaan dari pemberi kerja pada sejumlah program pensiun turut menjadi perhatian, terutama dalam menjaga kesinambungan manfaat bagi peserta.
Tantangan juga terkait dengan penguatan tata kelola dan manajemen risiko, keterbatasan kapasitas pendanaan dari pemberi kerja pada sebagian program pensiun, serta masih terbatasnya literasi dan partisipasi masyarakat dalam program dana pensiun, ujarnya.
Tak kalah penting, rendahnya literasi dan partisipasi masyarakat dalam program dana pensiun masih menjadi pekerjaan rumah besar bagi industri.
/2025/08/03/1834853401.jpg)
/2026/01/04/2120249703.jpg)
/2023/06/14/114521361.jpg)
/2025/06/25/1464900289.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2820891/original/083899400_1559366590-20190601-Satu-Arah-2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4035208/original/006769000_1653635186-pinjol_1.jpg)

:strip_icc()/kly-media-production/medias/5537790/original/021655300_1774442876-1000271979.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5537992/original/031274300_1774497679-WhatsApp_Image_2026-03-26_at_08.46.29.jpeg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/5537913/original/074911900_1774493188-tercabaikan_BRI.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3337092/original/034280800_1609328701-20201230-Rupiah-Ditutup-Menguat-1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5186932/original/075074000_1744629098-20250414-Harga_Emas_Batangan-AFP_5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4089307/original/075313700_1657837181-Harga_Emas_Hari_Ini.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5453610/original/007869400_1766482737-1a2f8c2a-8c24-4682-9524-a65d9f0750e8.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3276076/original/040207400_1603438032-top-view-frame-with-gavel-sounding-block.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5397951/original/070618500_1761822669-1.jpg)